
Scoot.co.id, JAKARTA – Di tengah gejolak pasar yang menyebabkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah, sebanyak sepuluh saham berkapitalisasi pasar jumbo menunjukkan performa impresif. Kenaikan harga saham-saham pilihan ini berhasil menjadi penopang yang menahan laju penurunan IHSG dalam sepekan terakhir, membuktikan ketahanan fundamental mereka di pasar modal Indonesia.
Menurut data resmi Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dirilis untuk periode 19-23 Januari 2026, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) berhasil mengukuhkan diri sebagai salah satu top leader pekan ini. Saham emiten telekomunikasi pelat merah tersebut membukukan kenaikan harga sebesar 3,01%, mencapai posisi Rp3.770 per saham. Kinerja solid ini menempatkan TLKM sebagai salah satu motor penggerak positif di tengah tantangan pasar.
Tak hanya TLKM, performa cemerlang juga ditunjukkan oleh PT Nusantara Sawit Sejahtera Tbk. (NSSS) yang harga sahamnya melambung signifikan sebesar 45,6%, ditutup pada level Rp1.820. Sementara itu, PT Mora Telematika Indonesia Tbk. (MORA) juga turut mencatatkan kenaikan impresif sebesar 8,5%, mengakhiri pekan di angka Rp14.675 per saham. Kedua emiten ini memberikan kontribusi besar pada daftar saham unggulan yang menopang pasar.
Kendati demikian, kinerja gemilang saham-saham top leaders tersebut tidak sepenuhnya mampu membendung koreksi IHSG secara keseluruhan. Sepanjang pekan 19-23 Januari 2026, Indeks Harga Saham Gabungan tercatat melemah 1,37%, bergerak dari level 9.075 pada pekan sebelumnya menjadi 8.951. Pelemahan ini juga berlanjut pada penutupan perdagangan akhir pekan, Jumat (23/1/2026), di mana indeks komposit turun 0,46%.
Menariknya, pelemahan indeks diiringi oleh peningkatan aktivitas transaksi di pasar modal. Rata-rata harian volume transaksi mengalami kenaikan signifikan sebesar 9,32%, dari 60,12 miliar saham menjadi 65,73 miliar saham. Sejalan dengan itu, rata-rata harian nilai transaksi juga menunjukkan pertumbuhan sebesar 3,59%, bergerak dari Rp32,67 triliun menjadi Rp33,85 triliun. Data ini mengindikasikan bahwa meskipun indeks terkoreksi, minat investor untuk bertransaksi tetap tinggi.
Namun, koreksi IHSG tersebut berimbas pada kapitalisasi pasar (market cap) secara keseluruhan. Kapitalisasi pasar IHSG tercatat merosot 1,62% dalam sepekan ini, dari sebelumnya Rp16.512 triliun menjadi Rp16.244 triliun. Penurunan ini mencerminkan valuasi pasar yang tergerus akibat tekanan jual yang dialami sejumlah saham.
Sebagai gambaran lebih lengkap mengenai saham-saham yang berhasil menjadi penopang di tengah fluktuasi pasar, berikut adalah daftar 10 saham top leaders dengan kapitalisasi jumbo untuk periode 19-23 Januari 2026:
| Kode Saham | Perubahan Harga (%) |
|---|---|
| TLKM | 3,01% |
| NSSS | 45,6% |
| MORA | 8,5% |
| MDKA | 10,37% |
| PGAS | 12,38% |
| IMPC | 6,65% |
| EMAS | 8,81% |
| BBRI | 0,79% |
| ANTM | 5,93% |
| EXCL | 8,73% |
Disclaimer: Informasi yang disajikan dalam artikel ini bersifat edukasi dan bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca. Penulis dan penerbit tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang timbul dari keputusan investasi yang diambil berdasarkan informasi ini.