
Scoot.co.id Mayoritas pasar saham Asia menguat pada perdagangan Kamis (14/5/2026), ditopang optimisme terhadap sektor kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) serta harapan positif dari pertemuan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping di Beijing.
Melansir Reuters, saham-saham produsen chip menjadi penggerak utama penguatan pasar di kawasan.
Saham raksasa teknologi Korea Selatan, Samsung Electronics, melonjak lebih dari 3% hingga mencetak rekor tertinggi baru.
Melonjak 47%, Permintaan Emas di Indonesia Capai 23,6 Ton pada Kuartal I 2026
Sementara itu, rivalnya, SK Hynix, mendekati kapitalisasi pasar US$ 1 triliun di tengah berlanjutnya booming industri AI global.
Strategis mata uang OCBC Christopher Wong mengatakan, pasar Asia saat ini ditopang optimisme terukur terhadap dua faktor utama, yakni pertemuan Trump-Xi dan harapan bahwa ketegangan AS-Iran tidak semakin memburuk.
“Pasar Asia mendapat dukungan dari optimisme terhadap keterlibatan Trump dan Xi serta harapan ketegangan AS-Iran tidak meningkat lebih jauh,” ujarnya seperti dikutip Reuters.
Trump diketahui mendapat sambutan resmi di Great Hall of the People, Beijing, saat memulai pertemuan dengan Xi Jinping.
Pembicaraan keduanya diperkirakan berfokus pada gencatan perang dagang AS-China, perang Iran, hingga penjualan senjata AS ke Taiwan.
Direktur Utama VKTR Teknologi Mobilitas (VKTR) Mengundurkan Diri
Wong menilai hasil pertemuan yang konstruktif dapat menurunkan premi risiko jangka pendek terhadap rantai pasok global yang terkait China.
“Pertemuan yang konstruktif akan membantu menurunkan premi risiko rantai pasok terkait China dan mendukung mata uang sensitif perdagangan seperti won Korea Selatan, dolar Taiwan, dan ringgit Malaysia,” tambahnya.
Indeks saham MSCI Emerging Markets Asia tercatat naik 0,4%, ditopang kenaikan indeks Kospi Korea Selatan sebesar 0,3% serta lonjakan 0,7% pada pasar saham Taiwan.
Kedua pasar berbasis teknologi tersebut menyumbang sekitar 40% bobot indeks MSCI Asia Emerging Markets.
Di Filipina, pasar saham Manila menguat 0,4% sehari setelah terjadi insiden penembakan di kompleks Senat Filipina.
Saham restoran cepat saji Jollibee Foods memimpin penguatan dengan kenaikan 3,2% setelah sebelumnya anjlok hampir 17% dalam dua sesi perdagangan akibat penurunan laba dan penghapusan sahamnya dari indeks MSCI Philippines Global Standard.
Rupiah Kembali Melemah ke Rp 17.502 per Dolar AS Pagi Ini, Ini Pemicunya
Sementara itu, indeks SET Thailand naik 0,4% untuk hari kedua berturut-turut setelah Menteri Keuangan Thailand menyatakan pertumbuhan ekonomi negara tersebut berpotensi melampaui 3% dalam satu hingga dua tahun ke depan.
Di pasar mata uang, won Korea Selatan melemah 0,2% ke level 1.492,9 per dolar AS. Ringgit Malaysia dan dolar Taiwan bergerak relatif stabil.
Indeks dolar AS berada di level 98,478 atau menguat sekitar 0,6% sepanjang pekan ini, didorong ekspektasi bahwa pertemuan Trump-Xi dapat menghasilkan kesepakatan ekonomi positif.
Peso Filipina melemah 0,3% dan masih menjadi salah satu mata uang berkinerja terburuk di Asia tahun ini dengan pelemahan sekitar 4,4%.
Sementara itu, rupee India diperdagangkan mendekati rekor terendah sepanjang masa di level 95,795 per dolar AS dan menjadi mata uang Asia dengan pelemahan terdalam sepanjang 2026, yakni lebih dari 6%.
Pasar keuangan Indonesia sendiri tutup pada Kamis (14/5/2026) karena libur nasional.