
Scoot.co.id – , JAKARTA – Emiten pertambangan batu bara PT Indo Tambangraya Megah Tbk. (ITMG) dijadwalkan melakukan pembayaran hari ini Selasa (19/5/2026).
Berdasarkan jadwal, agenda pembagian dividen ITMG 2026 telah melalui periode recording date pada 29 April 2026. Dengan demikian, para pemegang saham yang berhak akan menerima pembayaran pada Selasa (19/5/2026).
Manajemen Indo Tambangraya Megah mengumumkan informasi tambahan bahwa rasio pembayaran dividen yakni sebesar 60% dari laba bersih perseroan tahun buku 2025.
: Para Pembeli Emas Antam yang Masih Gigit Jari Memasuki Akhir Mei 2026
“Nilai dividen per saham sebesar Rp992 per saham yang akan dibagikan kepada pemegang saham atas 1.114.899.100 saham yang telah dikeluarkan oleh perseroan,” tulis Manajemen Indo Tambangraya Megah.
Adapun, jumlah saham tersebut tidak termasuk 15.025.900 saham yang saat ini dikuasai oleh ITMG sebagai hasil dari program pembelian kembali saham (buyback) yang sedang berjalan.
: : Deretan Saham yang Diborong Lo Kheng Hong Usai Panen Dividen Puluhan Miliar
Sebagai informasi, Berdasarkan laporan keuangan 2025 yang diaudit, ITMG meraih pendapatan bersih US$1,88 miliar atau turun 18,35% year-on-year (YoY) dari US$2,3 miliar pada 2024.
Pendapatan bersih itu berasal dari penjualan batu bara ke pihak ketiga US$1,84 miliar, penjualan batu bara ke pihak berelasi US$18,19 juta, jasa pihak ketiga US$4,64 juta, serta keuntungan atas transaksi swap batu bara US$10,56 juta.
: : Lo Kheng Hong Beberkan Alasan Koleksi Saham Ramayana (RALS) Jumbo
Di sisi lain, terdapat sejumlah nama investor yang tercatat memegang saham ITMG dengan kepemilikan di atas 1%.
DJS Ketenagakerjaan misalnya tercatat memegang 11,84 juta lembar saham ITMG per akhir Maret 2026. Kepemilikan itu setara dengan 1,05%.
Grup Banpu masih akan menjadi penerima jatah dividen ITMG terbesar. Mereka tercatat memegang 736,07 juta lembar atau setara dengan 65,14%.
Kemudian, ada Dunross and Co yang memegang 1,74% saham ITMG atau setara dengan 19,70 juta lembar.
Indo Tambangraya Megah Tbk. – TradingView
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.