Efek The Fed mereda, Bitcoin menguat dekati rekor US$80.000

Scoot.co.id , JAKARTA — Keputusan Federal Reserve menahan suku bunga acuan di kisaran 3,5%-3,75% memicu gejolak di pasar kripto, dengan harga Bitcoin sempat anjlok dalam hitungan jam setelah pengumuman.

Bitcoin turun dari US$79.500 ke US$75.000 sesaat setelah hasil rapat Federal Open Market Committee April 2025 dirilis. Pergerakan ini mencerminkan sensitivitas tinggi pasar kripto terhadap arah kebijakan moneter Amerika Serikat.

Namun tekanan tersebut tidak berlangsung lama. Berdasarkan data Coin Market Cap per Senin (4/5/2026) pukul 13.11 WIB, Bitcoin kembali menguat ke level US$79.943 atau naik 2,77% dalam sepekan terakhir.

: Trump Ngotot Tak Akan Segera Akhiri Perang dengan Iran, Bitcoin dan Ethereum Longsor

Analis Reku Fahmi Almuttaqin menilai fluktuasi ini tidak bisa dilepaskan dari dinamika internal The Fed yang menunjukkan perpecahan suara paling tajam sejak 1992. Delapan anggota menyetujui penahanan suku bunga, sementara empat lainnya menyatakan penolakan dengan pandangan berbeda.

Fahmi menjelaskan bahwa perbedaan sikap tersebut terbagi antara dorongan pemangkasan suku bunga dan keinginan menghapus bias pelonggaran dari kebijakan.

: : Perang Bayangi Pasar Kripto, Bitcoin Anjlok ke Level Bawah US$69.000

“Bagi pasar kripto, ini punya makna ganda. Pemangkasan mungkin belum akan datang dalam waktu dekat, tapi kenaikan suku bunga juga kemungkinan tidak akan terjadi. Kebekuan ini bisa menandai akhir dari ketidakpastian kebijakan moneter yang selama ini menghantui pasar,” ujarnya.

Menurutnya, kondisi tersebut menciptakan fase baru saat arah kebijakan menjadi lebih terbatas. Situasi ini dinilai memberi ruang bagi aset berisiko seperti kripto untuk bergerak lebih stabil setelah sebelumnya tertekan oleh ketidakpastian suku bunga global.

: : Bitcoin Sentuh Level Tertinggi Enam Pekan, Arus Dana ETF Menguat

Sebelumnya, melansir Kantor Berita Anadolu pada Jumat (1/5/2026), Federal Open Market Committee (FOMC) memutuskan mempertahankan suku bunga federal funds rate di kisaran 3,5% hingga 3,75%.

Keputusan itu diambil melalui voting 8 banding 4, menunjukkan tingkat perpecahan yang cukup besar di internal pembuat kebijakan.

Powell menegaskan bank sentral tetap berfokus menjaga independensi dan menjalankan kebijakan moneter tanpa pertimbangan politik. Dia juga mengkritik langkah hukum terbaru terhadap The Fed sebagai sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Dia mengatakan tidak punya pilihan selain tetap berada di Dewan Gubernur The Fed setelah masa jabatannya sebagai ketua berakhir pada Mei mendatang, dengan merujuk pada tindakan hukum yang diambil pemerintahan Presiden Donald Trump.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *