
Scoot.co.id – , JAKARTA — Investor pasar modal Indonesia semakin didominasi generasi muda. Bursa Efek Indonesia mencatat mayoritas investor ritel kini berasal dari kelompok usia di bawah 40 tahun, dengan kontribusi terbesar dari milenial dan Gen Z.
Dominasi ini mendorong perubahan cara berinvestasi. Investor muda cenderung mengandalkan teknologi, mulai dari data real-time hingga fitur berbasis kecerdasan buatan untuk membaca pergerakan pasar.
Kebutuhan terhadap informasi yang cepat dan akurat menjadi semakin krusial di tengah fluktuasi pasar. Keterlambatan data berisiko memengaruhi keputusan saat membeli atau menjual saham.
Chief Marketing Officer PT Indo Premier Sekuritas Sergio Ticoalu mengatakan, akses teknologi kini tidak lagi terbatas pada investor institusi. “Akses terhadap sistem trading yang sebelumnya identik dengan investor institusi kini mulai terbuka untuk investor ritel,” kata Sergio, Selasa (21/4/2026).
Sergio menjelaskan data real-time memungkinkan investor memantau pasar dalam hitungan detik. Dengan begitu, keputusan investasi dapat diambil berdasarkan kondisi aktual.
Menurut dia, perubahan ini juga tercermin dari semakin banyaknya platform yang menyediakan fitur analisis berbasis data. Teknologi digunakan untuk membantu investor membaca dinamika pasar secara lebih terukur.
Di sisi lain, peningkatan jumlah investor muda membawa tantangan baru terkait literasi. Pemahaman risiko dan kemampuan mengolah data menjadi faktor penentu agar keputusan tidak sekadar mengikuti tren.
Sejumlah aplikasi mulai menghadirkan fitur analisis berbasis AI dan pemantauan transaksi. Aplikasi IPOT, misalnya, menyediakan data real-time untuk membantu investor dalam pengambilan keputusan.
Perubahan perilaku ini menandai pergeseran di pasar saham domestik. Kecepatan akses informasi dan kemampuan analisis menjadi faktor utama dalam menentukan hasil investasi.