Harga buyback emas Antam naik 18,72% hingga hari ini Rabu (25/2)

Scoot.co.id – , JAKARTA – Harga buyback emas Antam telah mengalami kenaikan 18,72% pada periode berjalan tahun ini hingga Rabu (25/2/2026).

Berdasarkan data Logam Mulia Rabu (25/2/2026), harga buyback emas Antam turun Rp52.000 ke Rp2.802.000. Posisi itu kembali menjauh dari rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) di Rp2.989.000 pada akhir Januari 2026.

Kendati demikian, harga buyback emas Antam tercatat telah mengalami kenaikan 18,72% untuk periode berjalan 2026. Harga buyback merupakan acuan pembelian kembali oleh PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) berdasarkan ukuran 1 gram.

: Harga Emas Antam Hari Ini (25/2) Turun Jadi Rp3,02 Juta per Gram, Saatnya Borong Selagi Diskon

Buyback emas merupakan transaksi menjual kembali emas, baik dalam bentuk logam mulia, logam batangan, maupun perhiasan. Biasanya, harga yang dibanderol lebih rendah dari harga jual saat itu.

Kendati demikian, buyback emas masih bisa mendatangkan keuntungan apabila terdapat selisih besar antara harga jual dan harga buyback.

: : Pergerakan Harga Emas Hari Ini Rabu, 25 Februari 2026 di Pasar Spot

Sesuai dengan PMK No 34/PMK.10/2017, penjualan kembali emas batangan ke Antam dengan nominal lebih dari Rp10 juta, dikenakan PPh 22 sebesar 1,5 persen untuk pemegang NPWP dan 3 persen untuk non NPWP). Adapun, PPh 22 atas transaksi buyback dipotong langsung dari total nilai buyback.

Adapun, pergerakan harga buyback emas Antam turut mengikuti pergerakan harga emas di pasar global.

: : Harga Emas Perhiasan Hari Ini 25 Februari Naik Jadi Rp2,647 Juta per Gram, Buyback Rp2,7 Juta

Diberitakan Bisnis sebelumnya, harga emas di pasar spot naik tipis 0,3% menjadi US$5.158,35 per troy ounce pada Rabu (25/2/2026). Sementara itu, harga emas Comex tercatat menguat 0,56% ke level US$5.205,50 per troy ounce.

Harga logam mulia tersebut diperdagangkan di kisaran US$5.150 per troy ounce setelah anjlok 1,6% pada sesi sebelumnya, yang memutus reli empat hari beruntun.

Presiden Federal Reserve Bank of Boston, Susan Collins, pada Selasa menyatakan suku bunga kemungkinan akan tetap ditahan untuk beberapa waktu menyusul perbaikan data pasar tenaga kerja AS. Risalah rapat kebijakan The Fed pada Januari yang dirilis awal bulan ini juga menunjukkan para pejabat bank sentral berhati-hati untuk segera memangkas suku bunga.

Suku bunga yang lebih tinggi umumnya menjadi sentimen negatif bagi emas karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil bunga.

Meski demikian, emas masih bertahan di atas level US$5.000 per troy ounce setelah pulih lebih dari separuh kerugian akibat aksi jual tajam selama dua hari pada awal bulan.

Penguatan dalam beberapa sesi terakhir didorong ketidakpastian kebijakan perdagangan AS serta meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, di mana AS mengerahkan kekuatan militer terbesar sejak 2003. Perundingan dengan Iran dijadwalkan kembali berlangsung pekan ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *