
Scoot.co.id JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat dalam perdagangan Kamis (21/5/2026). Saham-saham big caps seperti BBCA, BBRI, sampai MORA mengawali perdagangan di zona hijau. Pidato Prabowo di DPR kemarin Rabu (20/5) dan keputusan bank sentral menaikkan BI Rate menjadi sentimen pasar hari ini.
Melansir IDX Mobile pukul 09.03 WIB, IHSG menguat 0,55% atau 34,59 poin ke 6.353,09. Sebanyak 363 saham dibuka menguat, 142 melemah dan 454 stagnan. Pasar mengawali perdagangan dengan volume transaksi 1,39 miliar saham senilai Rp896 miliar.
Pagi ini, BBCA dibuka naik 1,26% ke Rp6.050, BBRI menguat 0,33% ke Rp3.050, BMRI naik 0,71% ke Rp4.260, MORA melejit 10,88% ke Rp7.900, ASII naik 0,42% ke Rp6.000, dan AMMN dibuka naik 2,36% ke Rp3.040. Kemudian, BBNI menguat 1,05% ke Rp3.840 dan PANI dibuka naik 1,32% ke Rp7.650.
Di sisi lain, sejumlah saham big caps lainnya terpantau masih dalam koreksi. Mereka antara lain adalah BREN yang turun 5,02% ke Rp2.650, TLKM turun 0,32% ke Rp3.090, dan TPIA yang turun 12,03% ke Rp2.340.
: Pasar Soroti Ekspor Satu Pintu, IHSG Bidik Level Support 6.250
Tim riset Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG hari ini akan bergerak di rentang level support 6.200 dan resistance 6.450. Pada perdagangan Rabu (20/5) sebelumnya, IHSG ditutup koreksi tipis sebesar 0,82% ke 6.318.
“Secara teknikal, Stochastic RSI berada di area oversold dan berpotensi membentuk Golden Cross. Namun pelebaran histogram negatif MACD masih berlanjut, sehingga diperkirakan IHSG akan bergerak variatif pada kisaran support 6.200-6.250 dan resistance pada 6.400-6.450,” tulis analis, Kamis (21/5/2026).
Kemarin indeks komposit bergerak fluktuatif dan sempat menguat meski pada akhirnya ditutup di zona merah. Pasar bereaksi atas pidato Presiden Prabowo di DPR yang menyampaikan asumsi dasar makro ekonomi RAPBN 2027.
Sejumlah poin yang dipaparkan Prabowo antara lain adalah target defisit anggaran 2027 sebesar 1,8%-2,4% dari PDB, pertumbuhan ekonomi 2027 pada kisaran 5,8%-6,5%, inflasi 1,5%-3,5%, nilai tukar rupiah di Rp16.800-Rp17.500 per dolar AS, serta suku bunga SBN 10 tahun di kisaran 6,5%-7,3%.
Selain itu, Presiden juga mengumumkan pemerintah akan mewajibkan ekspor komoditas sumber daya alam dilakukan melalui BUMN yang ditunjuk pemerintah sebagai pengekspor tunggal. Aturan tersebut akan dimulai dari komoditas CPO, batu bara dan paduan besi. Apa yang telah disampaikan Prabowo akan menjadi sentimen pasar untuk perdagangan hari ini.
“Diperkirakan investor akan cenderung wait and see terlebih dulu menyikapi asumsi RAPBN 2027 dan kebijakan ekspor SDA tersebut,” ujar analis.
Sementara itu, tim riset BRI Danareksa Sekuritas menjelaskan bahwa pasar juga akan merespons kebijakan moneter yang diambil bank sentral. Dalam RDG Mei 2026, Bank Indonesia menaikkan BI rate sebesar 50 bps menjadi 5,25%, lebih tinggi dari ekspektasi pasar di angka 5%.
Analis menilai langkah tersebut diambil untuk mendorong penguatan rupiah dan menahan tekanan capital outflow dalam jangka pendek.
“Kami memperkirakan IHSG masih bergerak terbatas dengan support di 6.220 dan resistance di 6.635. Fokus pasar selanjutnya akan tertuju pada rilis FOMC Minutes The Fed serta data domestik seperti Current Account dan M2 Money Supply sebagai katalis lanjutan,” kata analis.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.