IHSG hari ini dibuka level 7.663, ditopang saham big caps BBCA-BBRI cs

Scoot.co.id , JAKARTA – Indeks harga saham gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Kamis (16/4/2026). Saham dengan kapitalisasi pasar terbesar, BREN dibuka koreksi, namun BBCA hingga BBRI yang menguat menjadi penopang indeks komposit.

Melansir IDX Mobile pukul 09.01 WIB, IHSG menguat 0,83% atau 63,27 poin ke 7.686,86 usai dibuka level 7.663,34. Pasar mengawali perdagangan dengan transaksi 1,20 miliar saham senilai Rp531,2 miliar. Kapitalisasi pasar mencapai Rp13.696 triliun.

Saham PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) dibuka koreksi 1,16% ke Rp6.375, sedangkan saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) naik 1,15% ke Rp6.625, saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) naik 1,49% ke Rp3.400, saham PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) naik 3,97% ke Rp6.550, dan saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) menguat 0,29% ke Rp3.410.

: IHSG Dibuka Menguat 1,25% ke 7.771, Saham BBCA, TPIA, dan BBRI Jadi Penopang

Sementara itu, saham big caps yang belum bergerak di pembukaan kali ini adalah saham PT DCI Indonesia Tbk. (DCII) yang stagnan di Rp199.300 dan saham PT Bayan Resources Tbk. (BYAN) yang stagnan di Rp12.350.

Tim riset Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG hari ini akan berada di level resistance 7.700 dan level support di 7.550. Pada penutupan Rabu (15/4) kemarin, IHSG ditutup melemah 0,68% ke level 7.623. 

: : Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini Rabu 15 April 2026

“Secara teknikal, Stochastic RSI berada di area overbought dan membentuk Death Cross. Namun histogram positif MACD masih mengalami kenaikan. Sehingga diperkirakan IHSG akan mengalami konsolidasi pada kisaran 7.550-7.700,” tulis sekuritas dalam riset hariannya, Kamis (16/4/2026).

Sejumlah perkembangan global menjadi sentimen pasar hari ini. Seperti S&P Global Ratings yang menyatakan bahwa peringkat utang negara Indonesia paling rentan terhadap konflik di Timur Tengah jika konflik berlarut-larut. Kenaikan biaya energi akibat konflik tersebut diproyeksikan akan meningkatkan biaya subsidi Indonesia dan menekan anggaran belanja negara. 

: : IHSG Bidik Area 7.843 Usai Melonjak 2,34%, Cermati Saham BBNI, HRTA hingga NICL

Impor minyak yang lebih mahal akan memperlebar defisit transaksi berjalan. S&P juga menilai percepatan inflasi akan mendorong kenaikan suku bunga yang dapat meningkatkan biaya pinjaman pemerintah. 

Sementara dari dalam negeri, Pefindo mencatat bahwa penerbitan obligasi korporasi sepanjang kuartal pertama 2026 tumbuh 26,97% YoY menjadi Rp59,35 triliun, dibandingkan realisasi di periode yang sama tahun lalu sebesar Rp46,8 triliun. Realisasi penerbitan obligasi pada kuartal I ini bahkan melebihi nilai jatuh tempo surat utang pada periode yang sama. 

“Kenaikan jumlah penerbitan tersebut diduga karena banyak perusahaan yang memanfaatkan yield yang relatif masih rendah selama Januari-Februari 2026 lalu untuk memperoleh pendanaan di pasar surat utang,” tulis sekuritas.

Sementara itu, MNC Sekuritas menjelaskan bahwa pada koreksi IHSG di perdagangan sebelumnya diikuti munculnya tekanan jual. MNC Sekuritas memperkirakan hari ini IHSG akan berada di area support 7.488 dan 7.351, serta area resistance di 7.700 dan 7.861.

“Posisi IHSG diperkirakan masih berada pada bagian dari wave [iv] dari wave A label hitam atau bagian dari wave B pada label merah, di mana akan membawa IHSG ke rentang 7.786-7.843 sekaligus menguji area resistance-nya. Cermati area koreksi terdekat yang berada di 7.457-7.578,” tulisnya.

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *