Inti Bangun (IBST) bakal go private, Iforte siapkan tender sukarela Rp5.400 per saham

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Inti Bangun Sejahtera Tbk (IBST) berencana mengubah status menjadi perusahaan tertutup alias go private yang akan diikuti dengan penghapusan pencatatan saham atau delisting dari Bursa Efek Indonesia (BEI).

Rencana ini merupakan bagian dari evaluasi strategi jangka panjang Grup PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan aset dan operasional.

Dalam keterbukaan informasi yang dikutip Kontan, Selasa (21/4/2026), pemegang saham pengendali IBST, PT Iforte Solusi Infotek (Iforte), akan melaksanakan penawaran tender sukarela.

Mulia Boga Raya (KEJU) Tebar Dividen Tunai Rp 89,88 miliar dari Laba Bersih 2025

“Harga yang akan ditawarkan Iforte kepada para pemegang saham adalah senilai Rp5.400 per saham,” tulis manajemen dalam keterbukaan informasi di laman resmi BEI yang dikutip Kontan, Selasa (21/4/2026).

Harga tersebut sedikit lebih tinggi dibandingkan rata-rata harga tertinggi perdagangan harian selama 90 hari terakhir yang berada di level Rp 5.374 per saham.

Saat ini, Iforte menguasai 99,95% saham IBST, sehingga porsi kepemilikan publik hanya tersisa 0,05% atau setara 650.832 saham.

Sejalan dengan rencana tersebut, perseroan akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 5 Juni 2026 guna memperoleh persetujuan dari pemegang saham independen.

Manajemen menjelaskan, langkah go private dan delisting ini mengacu pada ketentuan POJK 45/2024, yang mewajibkan persetujuan pemegang saham independen dalam RUPSLB.

“Dipandang perlu melakukan restrukturisasi dalam Grup TOWR, termasuk meninjau ulang status kepemilikan saham oleh TOWR secara langsung maupun tidak langsung di beberapa anak perusahaan,” jelas manajemen.

Jika disetujui, periode penawaran tender sukarela diperkirakan berlangsung pada 1 Juli hingga 30 Juli 2026, dengan pembayaran kepada pemegang saham dijadwalkan paling lambat 11 Agustus 2026.

WTI dan Brent Melemah, Arah Harga Bergantung Negosiasi AS–Iran

Adapun proses delisting IBST ditargetkan rampung pada 8 April 2027, bergantung pada persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan otoritas terkait lainnya.

Dari sisi kinerja, IBST mencatatkan pendapatan sebesar Rp871,89 miliar sepanjang 2025 dengan laba tahun berjalan mencapai Rp411,44 miliar.

Manajemen juga memastikan tidak terdapat perkara hukum material yang dapat menghambat rencana aksi korporasi tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *