
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Emiten cat bangunan terkemuka, PT Avia Avian Tbk (AVIA), yang merupakan bagian dari konglomerasi usaha milik pengusaha Hermanto Tanoko, berhasil mencatatkan kinerja cemerlang sepanjang tahun 2025. Perusahaan melaporkan pertumbuhan impresif pada sisi laba bersih maupun penjualan, mengukuhkan posisinya sebagai pemain kunci di industri.
Berdasarkan keterbukaan informasi yang disampaikan pada Kamis (26/2/2026), AVIA sukses membukukan laba bersih tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 1,74 triliun di tahun 2025. Angka ini menandai peningkatan sebesar 4,99% dibandingkan periode tahun 2024 yang tercatat sebesar Rp 1,66 triliun, menunjukkan profitabilitas yang semakin solid.
Tidak hanya dari sisi bottom line, performa penjualan (top line) AVIA juga menunjukkan tren positif. Total penjualan perusahaan mencapai Rp 8,12 triliun pada tahun 2025, melonjak 8,73% dari angka Rp 7,47 triliun pada tahun sebelumnya. Kontributor terbesar dari perolehan penjualan ini berasal dari segmen solusi arsitektur yang menyumbang Rp 6,29 triliun, diikuti oleh segmen barang dagangan sebesar Rp 1,83 triliun, menegaskan kekuatan produk inti perusahaan.
Laba Bersih Avia Avian (AVIA) Diproyeksi Capai Rp 1,79 Triliun pada Tahun 2026
Kenaikan penjualan ini tentu diiringi oleh peningkatan beban pokok penjualan, yang tercatat naik menjadi Rp 4,55 triliun dari Rp 4,13 triliun di tahun 2024. Kendati demikian, AVIA berhasil mempertahankan margin dengan baik, terbukti dari pertumbuhan laba bruto yang mencapai Rp 3,58 triliun, meningkat dari Rp 3,34 triliun pada periode yang sama. Ini menunjukkan efisiensi operasional dan kemampuan perusahaan dalam mengelola biaya produksi.
Dari aspek profitabilitas operasional, laba usaha AVIA juga menguat menjadi Rp 1,92 triliun, dibandingkan Rp 1,77 triliun pada tahun 2024. Peningkatan ini patut diapresiasi, mengingat total beban usaha juga mengalami kenaikan menjadi Rp 1,66 triliun dari Rp 1,57 triliun, yang didorong terutama oleh peningkatan beban penjualan serta beban umum dan administrasi. Hal ini mencerminkan kapabilitas manajemen dalam menjaga kinerja inti meskipun ada tekanan biaya.
Avia Avian (AVIA) Mulai Operasikan Pabrik Cat Baru pada Pertengahan Tahun 2026
Selain laba bersih dan laba usaha, AVIA juga mencatat performa signifikan pada laba komprehensif. Jumlah penghasilan komprehensif tahun berjalan perusahaan mencapai Rp 1,87 triliun, tumbuh substantial dibandingkan Rp 1,62 triliun di tahun 2024. Kenaikan ini didukung oleh beberapa faktor positif, termasuk perubahan nilai wajar investasi pada surat utang negara yang berbalik arah menjadi positif, serta surplus dari revaluasi aset tetap.
Melihat posisi keuangan, AVIA membukukan total aset sebesar Rp 11,08 triliun pada akhir tahun 2025, sedikit meningkat dari Rp 11,06 triliun. Di sisi lain, posisi liabilitas perusahaan juga mengalami kenaikan menjadi Rp 1,54 triliun dari Rp 1,42 triliun. Menariknya, total ekuitas perusahaan sedikit menurun dari Rp 9,63 triliun menjadi Rp 9,54 triliun, mengindikasikan adanya pergeseran dalam struktur permodalan.
Pada akhir tahun 2025, AVIA melaporkan total kas dan setara kas serta cerukan sebesar Rp 1,64 triliun. Angka ini menunjukkan penurunan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat Rp 2,32 triliun, mencerminkan aktivitas kas perusahaan sepanjang tahun.
Avia Avian (AVIA) Kejar Pertumbuhan Kinerja di Tahun 2026, Simak Strateginya