Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Hari Ini (28/4) Melemah ke Rp17.237 per Dolar AS Antisipsi The Fed Hawkish

Scoot.co.id – , JAKARTA — Nilai tukar rupiah dibuka melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada awal perdagangan hari Selasa (28/4/2026)di tengah pasar yang mencermati pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC).

Pertemuan FOMC ini juga menjadi yang terakhir bagi Ketua The Fed Jerome Powell, dengan ekspektasi pernyataan bernada hawkish.

Berdasarkan data analisis Doo Financial Futures pada pukul 10.05 WIB, rupiah dibuka melemah 26 poin atau sebesar 0,15% ke level Rp17.237.

: Poin-Poin Sidang Panas Calon Bos The Fed Kevin Warsh: dari Epstein hingga ‘Boneka’ Trump

Pelemahan mata uang Garuda terhadap dolar AS sejalan dengan depresiasi sejumlah mata uang Asia Tenggara lainnya, yakni peso Filipina yang melemah 0,37%, rupee India turun sebesar 0,21%,baht Thailand turun 0,22%.

Yuan China terhadap dolar AS juga melemah sebesar 0,01% dan dolar Taiwan juga melemah 0,32%.

Sementara mata uang Asia lainnya yen Jepang terhadap dolar AS cenderung menguat 0,26%, dolar Hong Kong menguat 0,02% won Korea Selatan menguat 0,12%, dolar Singapura menguat 0,01%.

Analis Doo Financial Futures Lukman Leong memperkirakan nilai tukar rupiah kembali melemah terhadap dolar Amerika Serikat di tengah meningkatnya sentimen risk off di pasar keuangan global. Ketidakpastian geopolitik di kawasan Timur Tengah menjadi pemicu utama, menyusul laporan bahwa Amerika Serikat menolak proposal perdamaian terbaru dari Iran.

Kondisi ini mendorong penguatan indeks dolar AS serta kenaikan harga minyak mentah dunia, dua faktor yang secara historis memberi tekanan pada mata uang negara berkembang, termasuk rupiah. Pelaku pasar pun cenderung mengalihkan dana ke aset yang dianggap lebih aman seiring meningkatnya ketidakpastian global.

Sementara itu, perhatian investor global terhadap pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) kali ini relatif berkurang. Meski biasanya menjadi agenda utama pasar, fokus kini lebih tertuju pada dinamika geopolitik di Timur Tengah. Pertemuan FOMC ini juga menjadi yang terakhir bagi Ketua The Fed Jerome Powell, dengan ekspektasi pernyataan bernada hawkish meskipun suku bunga diperkirakan tetap dipertahankan.

Dari dalam negeri, sentimen juga belum memberikan dukungan berarti. Pasar masih menantikan kejelasan arah kebijakan pemerintah, terutama terkait pengelolaan defisit anggaran, serta langkah lanjutan dari Bank Indonesia mengenai suku bunga acuan. Minimnya katalis positif domestik membuat rupiah rentan terhadap tekanan eksternal.

Secara teknikal, pergerakan rupiah diperkirakan berada dalam kisaran Rp17.150 hingga Rp17.300 per dolar AS pada hari ini Selasa (28/4/2026).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *