Nvidia Optimis Ungguli Pesaing Meski Saham Turun: Apa Keunggulannya?

Jakarta, IDN Times – Nvidia menegaskan posisinya sebagai pemimpin teknologi, mengklaim selalu selangkah lebih maju dari para pesaingnya. Pernyataan ini muncul sebagai respons atas kekhawatiran Wall Street mengenai potensi tergerusnya dominasi Nvidia dalam infrastruktur kecerdasan buatan (AI) oleh pengembangan cip AI buatan Google.

Melalui unggahan resmi di platform X, Nvidia tak hanya menggarisbawahi hubungan baiknya dengan Google, tetapi juga menyoroti keunggulan rekam jejak teknologi internal mereka.

“Kami sangat senang dengan kesuksesan Google – mereka telah mencapai kemajuan signifikan dalam AI, dan kami terus menjadi pemasok mereka,” tulis Nvidia, seperti dikutip dari CNBC.

Nvidia menambahkan bahwa mereka satu generasi di depan industri, menjadi satu-satunya platform yang mendukung setiap model AI di berbagai lingkungan komputasi. Klaim ini seolah ingin meredakan kekhawatiran pasar terkait persaingan yang semakin ketat.

Dalam pernyataan yang sama, Nvidia menjelaskan bahwa generasi Blackwell menawarkan fleksibilitas dan kekuatan yang tak tertandingi oleh cip khusus seperti ASIC (application-specific integrated circuit) yang digunakan Google TPUs (tensor processing units). Perlu diketahui, ASIC dirancang khusus untuk kebutuhan internal atau fungsi tertentu.

“NVIDIA menawarkan performa, fleksibilitas, dan kemampuan substitusi yang lebih besar dibandingkan ASIC,” tegas Nvidia dalam unggahannya.

1. Meta Menggoyang Saham Nvidia Lewat Pembicaraan dengan Google

Saham Nvidia mengalami penurunan sebesar 3 persen pada Selasa (26/11/2025). Koreksi ini dipicu oleh kabar bahwa Meta tengah menjajaki kemungkinan penggunaan TPUs buatan Google mulai tahun 2027, serta menyewa cip dari Google Cloud mulai tahun depan. Kabar ini langsung memicu reaksi pasar.

Meta diperkirakan akan menginvestasikan hingga 72 miliar dolar Amerika Serikat (AS) atau setara dengan Rp1.198 triliun untuk pengadaan cip sepanjang tahun ini. Potensi kesepakatan antara Meta dan Google dipandang investor sebagai ancaman serius bagi Nvidia, sehingga memicu tekanan jual terhadap saham perusahaan.

Dilansir dari CNA, Meta Platforms memang tengah merencanakan pengalihan sebagian beban komputasi ke cip Google, yang akan dimulai pada tahun 2027. Selain itu, Meta juga akan menyewa TPU melalui Google Cloud mulai tahun depan. Langkah ini sejalan dengan upaya Google untuk memperluas pemakaian TPU di pusat data pelanggan mereka.

2. Google Memperkuat TPU Sebagai Opsi AI di Pusat Data

Menurut laporan dari Times of India, Google tidak menjual cip TPU secara bebas. Perusahaan hanya memanfaatkannya untuk kebutuhan internal dan menyediakannya melalui Google Cloud. Baru-baru ini, Google meluncurkan Gemini 3, model AI terbaru mereka yang mendapat sambutan positif dan sepenuhnya dilatih menggunakan TPU, bukan GPU Nvidia. Ini menunjukkan komitmen Google pada pengembangan teknologi AI internal.

“Kami mengalami peningkatan permintaan yang pesat, baik untuk TPU kustom kami maupun GPU Nvidia,” ujar seorang juru bicara Google, mengindikasikan bahwa pasar AI secara keseluruhan sedang mengalami pertumbuhan yang signifikan.

TPU Google dirancang khusus untuk menangani beban kerja AI tertentu, sehingga menawarkan efisiensi daya dan biaya yang lebih baik dalam penggunaan spesifik. Sebaliknya, GPU Nvidia berfungsi sebagai akselerator serbaguna, mendukung berbagai kerangka kerja pembelajaran mesin dan memenuhi kebutuhan beragam perusahaan. Meskipun demikian, Nvidia tetap memimpin pasar, menguasai lebih dari 90 persen pangsa pasar cip AI melalui lini GPU-nya.

3. Nvidia Mengandalkan Ekosistem Luas untuk Menahan Kompetisi

CEO Nvidia, Jensen Huang, menyampaikan pandangannya dalam panggilan laba awal bulan ini. Ia menegaskan bahwa Google tetap menjadi pelanggan penting GPU mereka, dan Gemini dapat berjalan di atas teknologi Nvidia. Huang juga menjalin komunikasi intens dengan Demis Hassabis dari Google DeepMind, yang menekankan bahwa scaling laws (teori bahwa semakin besar jumlah cip dan data, semakin kuat model AI) masih relevan. Hal ini menunjukkan keyakinan bahwa permintaan terhadap cip dan sistem mereka akan terus meningkat.

Nvidia meyakini bahwa prinsip tersebut akan terus mendorong permintaan terhadap cip dan sistem mereka dalam jangka panjang. Meskipun persaingan semakin ketat seiring dengan kemajuan Google dan uji coba Meta terhadap alternatif lain, skala usaha Nvidia tetap besar. Selain itu, ekosistem perangkat lunaknya yang matang dan tingkat pemakaiannya yang luas memberikan perusahaan posisi dominan di pasar saat ini. Kekuatan ekosistem ini menjadi kunci bagi Nvidia untuk mempertahankan keunggulannya di tengah persaingan yang semakin sengit.

Bisnis Nvidia di China Anjlok akibat Ketegangan Geopolitik
AS Larang Nvidia Jual Chip AI Terbaru ke China
Bos NVIDIA Peringatkan AS mulai Tertinggal dari China dalam Lomba AI

Ringkasan

Nvidia menanggapi kekhawatiran tentang persaingan di pasar AI dengan menyatakan bahwa mereka tetap selangkah lebih maju dari pesaing. Perusahaan menegaskan hubungan baik dengan Google dan menyoroti keunggulan teknologi internal mereka, mengklaim sebagai satu-satunya platform yang mendukung setiap model AI di berbagai lingkungan komputasi. Nvidia juga menekankan fleksibilitas dan performa generasi Blackwell dibandingkan dengan cip khusus seperti ASIC yang digunakan Google.

Saham Nvidia sempat mengalami penurunan setelah kabar Meta menjajaki penggunaan TPU buatan Google, yang dianggap sebagai ancaman. Meskipun persaingan semakin ketat, Nvidia mengandalkan ekosistem perangkat lunak yang matang dan pemakaian yang luas untuk mempertahankan posisi dominannya di pasar. CEO Nvidia yakin bahwa permintaan terhadap cip dan sistem mereka akan terus meningkat dalam jangka panjang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *