Panca Budi (PBID) putuskan bagi dividen Rp397,50 miliar

Scoot.co.id , JAKARTA – Emiten produsen kemasan plastik, PT Panca Budi Idaman Tbk. (PBID) memutuskan membagikan dividen tunai senilai Rp397,50 miliar dari laba bersih tahun buku 2025. Keputusan tersebut ditetapkan dalam rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) perseroan.

Berdasarkan hasil RUPST, PBID menetapkan dividen tunai sebesar Rp53 per saham. Nilai tersebut setara dengan total pembagian dividen mencapai Rp397,50 miliar.

Direktur Panca Budi Idaman Lukman Hakim menjelaskan bahwa dividen tersebut berasal dari laba bersih tahun buku 2025 yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk senilai Rp400,58 miliar.

: Emiten Kemasan Plastik (PBID) Raih Laba Rp484,97 miliar pada 2024

Selain untuk pembagian dividen, perseroan juga menetapkan sebesar Rp3 miliar sebagai dana cadangan guna memenuhi ketentuan Pasal 70 Undang-Undang Perseroan Terbatas. Sementara itu, sisa laba bersih akan dibukukan sebagai saldo laba ditahan.

”Sebesar Rp397,50 miliar ditetapkan sebagai dividen tunai atau sebesar Rp53 setiap saham,” katanya dalam keterangan resminya, dikutip Minggu (10/5/2026).

: : Folago (IRSX) Gelar Konser Westlife di GBK, Pemegang Saham Dapat Hak Istimewa

Adapun dengan total dividen sebesar Rp397,50 miliar dari laba bersih Rp400,58 miliar, PBID membagikan hampir seluruh laba tahun berjalan sebagai dividen kepada investor.

Mengutip laporan keuangan PBID 2025, perseroan mencatatkan pendapatan senilai Rp5,19 triliun sepanjang 2025. Torehan tersebut turun dari Rp5,24 triliun pada periode Januari sampai Desember 2024.

: : Pacific Jadi Pengendali Grup MAP (MAPI), Pacu Ekspansi ke Asia Tenggara

Susutnya penjualan tersebut terjadi saat beban pokok penjualan PBID membengkak menjadi Rp4,23 triliun pada tahun lalu, dibandingkan Rp4,19 triliun pada 2024. Alhasil, laba bruto yang mampu dibukukan perseroan menyusut menjadi hanya Rp952,10 miliar pada 2025.

Setelah dikurangi berbagai beban dan pajak, PBID hanya mampu membukukan laba periode berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk atau laba bersih senilai Rp400,58 miliar sepanjang tahun lalu. Realisasi itu mencerminkan penyusutan dibandingkan Rp484,97 miliar pada periode yang sama 2024.

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *