Pendapatan Suryamas Dutamakmur (SMDM) turun 44% di 2025, laba amblas 82%

JAKARTA. PT Suryamas Dutamakmur Tbk (SMDM), anak usaha dari PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), membukukan kinerja keuangan yang terkoreksi signifikan sepanjang tahun 2025. Laporan keuangan menunjukkan bahwa pendapatan usaha SMDM anjlok 44,37%, mencapai Rp 386,08 miliar. Angka ini jauh menurun dibandingkan dengan pendapatan sebesar Rp 694,04 miliar yang berhasil dicatat pada tahun 2024.

Penurunan kinerja ini terutama dipengaruhi oleh kontribusi dari berbagai segmen bisnis perseroan. Segmen penjualan tanah, rumah tinggal, dan ruko menjadi penyumbang mayoritas dengan angka Rp 260,40 miliar. Diikuti oleh segmen hotel yang membukukan pendapatan sebesar Rp 52,52 miliar, segmen lain-lain Rp 66,64 miliar, segmen penjualan tanah dan bangunan strata title Rp 3,81 miliar, serta segmen sewa Rp 2,94 miliar.

Seiring dengan menurunnya pendapatan, SMDM juga mencatatkan penurunan pada beban pokok penjualan. Beban pokok penjualan terpangkas menjadi Rp 143,19 miliar di tahun 2025, dibandingkan dengan Rp 296,52 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Penurunan pendapatan dan beban pokok penjualan ini turut memengaruhi laba kotor perusahaan, yang kini berada di angka Rp 242,88 miliar per akhir Desember 2025, menandai penurunan 38,59% secara tahunan. Dampak paling signifikan terlihat pada laba bersih periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk, yang tergerus drastis hingga 82,13%. SMDM hanya mampu membukukan laba bersih sebesar Rp 22,11 miliar di tahun 2025, anjlok dari Rp 123,77 miliar yang tercatat pada tahun 2024.

Akibat dari kinerja yang kurang memuaskan ini, laba per saham dasar SMDM juga ikut terpangkas. Pada tahun 2025, laba per saham dasar tercatat Rp 4,63, jauh menurun dibandingkan Rp 25,94 per saham pada tahun 2024.

Meskipun menghadapi tantangan dalam kinerja pendapatan dan profitabilitas, posisi keuangan SMDM menunjukkan stabilitas pada sisi aset. Per 31 Desember 2025, jumlah aset perusahaan tercatat sebesar Rp 3,53 triliun, meningkat dari Rp 3,46 triliun pada akhir 2024.

Sementara itu, jumlah liabilitas SMDM per akhir Desember 2025 sedikit meningkat menjadi Rp 269,51 miliar, dari Rp 251,61 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Kendati demikian, ekuitas perusahaan juga menunjukkan pertumbuhan positif, mencapai Rp 3,26 triliun per akhir 2025, naik dari Rp 3,21 triliun di akhir tahun 2024.

Di sisi likuiditas, kas dan setara kas SMDM pada akhir Desember 2025 tercatat sebesar Rp 151,79 miliar. Angka ini mengalami penurunan dibandingkan dengan Rp 276,10 miliar yang dimiliki pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *