Prospek kinerja BSDE di 2026 solid, marketing sales Rp 10 triliun berpotensi tercapai

JAKARTA – Prospek kinerja emiten properti PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) diproyeksikan tetap kokoh hingga tahun 2026. Ketahanan ini ditopang oleh target prapenjualan (marketing sales) yang realistis, didukung pula oleh serangkaian katalis positif dari ranah internal maupun kondisi makroekonomi.

Sebagai informasi, BSDE menargetkan capaian marketing sales atau pendapatan prapenjualan sebesar Rp 10 triliun pada tahun buku 2026. Target ini sejajar dengan performa prapenjualan perseroan yang solid pada tahun 2025.

Apabila dirinci, dari total target marketing sales Rp 10 triliun untuk tahun 2026, segmen residensial diproyeksikan menjadi kontributor utama dengan nilai sekitar Rp 5 triliun, atau setara 50%. Selanjutnya, segmen komersial diharapkan menyumbang sekitar Rp 3,5 triliun atau 35%, sementara segmen lainnya diperkirakan berkontribusi Rp 1,5 triliun atau sekitar 15% dari keseluruhan target.

Head of Research Kiwoom Sekuritas, Liza Camelia Suryanata, menilai target tersebut realistis dan dalam jangkauan. Penilaian ini mengacu pada capaian prapenjualan perseroan pada 2025 yang berhasil membukukan Rp 10,04 triliun, sedikit melampaui target tahun lalu.

IHSG Rebound ke 7.100-an, Analis Sarankan Sikap Defensif Jelang Libur Panjang

“Dengan komposisi target yang tetap mengandalkan segmen residensial sekitar 50% dan komersial 35%, target tahun ini mencerminkan pendekatan yang lebih cermat dan terukur daripada agresif,” terang Liza kepada Kontan, Senin (16/3/2026).

Optimisme ini diperkuat oleh perpanjangan insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) sebesar 100% hingga akhir 2026. Selain itu, program pemasaran Royal Key dari Sinar Mas Land juga menjadi daya dorong tambahan bagi penjualan properti BSDE.

Dari sisi operasional, kinerja BSDE sepanjang 2026 diperkirakan masih akan ditopang oleh kekuatan proyek berbasis kota mandiri (township) di BSD City. Penjualan produk residensial, khususnya rumah tapak (landed house), tetap menjadi kontributor utama yang vital.

IHSG Naik 1,14% ke 7.102,2 Sesi I Selasa (17/3), Top Gainers: Saham EXCL, UNVR, AMMN

Tak hanya itu, potensi transaksi dari segmen komersial serta penjualan lahan turut berpeluang menjadi pendorong tambahan terhadap capaian marketing sales BSDE.

Sementara dari sisi eksternal, sektor properti terus mendapatkan dukungan dari stabilitas suku bunga yang cukup terjaga. Bank Indonesia (BI) masih mempertahankan BI-Rate di level 4,75%. Kendati demikian, ruang untuk penurunan suku bunga dalam jangka pendek dinilai terbatas mengingat tekanan yang masih membayangi nilai tukar rupiah.

Di sisi lain, Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, memandang faktor lokasi sebagai salah satu keunggulan kompetitif utama BSDE. Kawasan BSD City dinilai memiliki akses yang sangat strategis, terhubung dengan sejumlah jaringan jalan tol, serta didukung oleh ketersediaan cadangan lahan (land bank) yang luas.

Nafan menegaskan bahwa cadangan lahan BSDE merupakan salah satu yang terbesar di kancah properti nasional. Kondisi ini memberikan ruang yang signifikan bagi perseroan untuk terus mengembangkan proyek-proyek baru dalam jangka panjang.

Meskipun demikian, senada dengan Liza, Nafan mengingatkan bahwa faktor suku bunga tetap menjadi variabel krusial bagi sektor properti. Harapan terhadap potensi penurunan suku bunga di masa depan dapat berfungsi sebagai katalis tambahan bagi penjualan properti.

Ini Alasan Boy Thohir Gelontorkan Rp 4 Triliun untuk Buyback Saham ADRO

Namun, peluang tersebut masih sangat bergantung pada perkembangan inflasi. Ia mencatat inflasi domestik sempat berada di kisaran 4,76%, melampaui batas atas target inflasi yang ditetapkan oleh Bank Indonesia.

Terlepas dari berbagai dinamika tersebut, Nafan menilai prospek PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) tetap menjanjikan sepanjang tahun ini. Ketahanan permintaan dari segmen kelas atas yang relatif resilient, serta peluang perpanjangan insentif PPN DTP, dipandang sebagai katalis positif yang kuat bagi pencapaian target prapenjualan perseroan.

“Permintaan dari segmen kelas atas menunjukkan ketahanan (resilience) yang relatif kuat, sehingga dapat menopang kinerja penjualan properti,” ujarnya.

Atas dasar pertimbangan tersebut, Nafan merekomendasikan accumulative buy untuk saham BSDE dengan target harga di level Rp 1.215 per saham.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *