Scoot.co.id – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dengan tegas menyatakan bahwa pasar saham Indonesia tidak akan mengalami ‘kebakaran’ seperti yang dikhawatirkan publik. Pernyataan ini muncul menyusul spekulasi dan kekhawatiran masyarakat akibat pengunduran diri sejumlah pejabat tinggi di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Menurut Purbaya, kekhawatiran tersebut dinilai terlalu berlebihan dan tidak memiliki dasar yang kuat.
“Mengapa orang-orang merasa takut? Kekhawatiran mereka berpusat pada kemungkinan kekacauan dalam manajemen bursa setelah adanya pengunduran diri. Namun, perlu diingat bahwa sistem yang ada sudah sangat mapan dan berfungsi dengan baik,” jelas Purbaya saat ditemui di Wisma Danantara, Jakarta, seperti dikutip pada Minggu (1/2).
Purbaya lebih lanjut menerangkan bahwa Bursa Efek Indonesia telah dilengkapi dengan sistem tata kelola yang kokoh serta mekanisme otomatis yang memastikan operasional organisasi tetap berjalan normal. Proses penggantian direktur yang mengundurkan diri dapat dilakukan secara cepat dan efisien dari jajaran direksi yang sudah ada.
“Sistem otomatis siap siaga untuk segera menggantikan direktur yang ada, dan mekanisme ini telah terbukti berjalan lancar. Ini adalah bukti nyata bahwa fondasi sistem bursa kita cukup kuat, sehingga tidak akan terjadi gangguan signifikan,” paparnya.
Dengan kondisi yang demikian, Purbaya meyakini bahwa para pelaku pasar pada akhirnya akan kembali memusatkan perhatian pada faktor utama yang lebih esensial, yaitu fundamental ekonomi nasional. Ia menekankan komitmen pemerintah yang terus-menerus melakukan perbaikan di berbagai sektor untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia.
“Begitu kekhawatiran mereda, fokus akan beralih ke fundamental ekonomi. Fundamental kita sangat baik, dan pemerintah terus berupaya memperbaikinya. Prospek ke depan dipastikan akan semakin cerah,” ujarnya optimistis.
Purbaya bahkan mengungkapkan optimismenya bahwa pertumbuhan ekonomi nasional tahun ini dapat didorong mendekati angka 6 persen. Dengan prospek yang sangat menjanjikan tersebut, ia yakin kinerja pasar modal seharusnya bergerak ke arah yang positif.
“Seharusnya bursa saham akan naik. Jadi, Anda tidak perlu khawatir. Tidak akan ada ‘kebakaran’, justru pasti akan naik. Mengapa harus ada kekhawatiran yang berlebihan?” tegasnya.
Ia juga menyoroti posisi indeks saham yang saat ini masih berada di level relatif rendah jika dibandingkan dengan potensi jangka menengahnya. Menurut Purbaya, kondisi ini justru membuka ruang kenaikan yang masih sangat luas bagi pasar. “Sekarang masih di angka 83, yang berarti ruang untuk kenaikan di masa depan masih sangat terbuka lebar. Dalam siklus bisnis, dari titik terendah hingga puncaknya, indeks bisa mengalami kenaikan tiga sampai empat kali lipat,” jelas Purbaya.
Meskipun potensi risiko selalu ada dalam setiap investasi, Purbaya menilai probabilitas risiko tersebut sangat kecil. Ia menegaskan bahwa fondasi ekonomi yang kuat, respons kebijakan yang cepat dari BEI dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta absennya kekacauan di pasar menjadi modal penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih kencang.
“Peluang risiko memang selalu ada, tetapi saya berpendapat peluangnya sangat kecil. Fondasi ekonomi kita bagus, dan kebijakan dari bursa maupun OJK sangat responsif. Ini adalah modal yang sangat kuat. Meskipun ke depan akan dinamis, tren kenaikan masih terbuka lebar,” pungkas Purbaya.