Trimegah (TRIM) rilis obligasi untuk modal pembiayaan repo Rp 250 miliar

JAKARTA – PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk (TRIM) kembali menegaskan komitmennya dalam permodalan dengan meluncurkan penawaran Obligasi Berkelanjutan II Trimegah Sekuritas Tahap IV Tahun 2026. Dalam tahap final ini, emiten sekuritas tersebut berencana menerbitkan obligasi dengan nilai maksimum mencapai Rp 250 miliar untuk memperkuat struktur modal kerja perusahaan.

Rincian penerbitan obligasi pada tahap ini terbagi menjadi dua skema utama. Sebesar Rp 50 miliar dijamin dengan metode kesanggupan penuh (full commitment), sementara sisa Rp 200 miliar dijamin dengan skema kesanggupan terbaik (best effort). Pembagian ini menunjukkan strategi penerbitan yang cermat untuk memastikan penyerapan pasar yang optimal.

Untuk obligasi yang dijamin dengan kesanggupan penuh, Trimegah Sekuritas menawarkan dua seri menarik. Seri A dialokasikan sebesar Rp 31 miliar dengan tingkat bunga tetap 7,75% per tahun untuk jangka waktu lima tahun. Sementara itu, Seri B senilai Rp 19 miliar menawarkan kupon tetap sebesar 8,5% per tahun dengan tenor yang lebih panjang, yakni tujuh tahun, memberikan pilihan investasi yang beragam bagi para investor.

Adapun obligasi yang ditawarkan melalui skema kesanggupan terbaik sebesar Rp 200 miliar juga dibagi dalam dua seri. Seri A sebesar Rp 153 miliar akan menawarkan bunga tetap 7,75% per tahun dengan tenor lima tahun. Sedangkan Seri B dengan nilai Rp 47 miliar menetapkan bunga tetap 8,5% per tahun untuk jangka waktu tujuh tahun. Kedua seri ini memberikan konsistensi dalam penawaran suku bunga di setiap tenor, mencerminkan kondisi pasar saat ini.

Kualitas obligasi yang diterbitkan oleh TRIM ini telah mendapatkan pengakuan dari lembaga pemeringkat terkemuka, Pefindo, dengan peringkat idA. Peringkat ini menunjukkan kapasitas perusahaan yang kuat untuk memenuhi kewajiban finansialnya. Dalam proses penerbitan ini, PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk dan PT Sinarmas Sekuritas bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi dan penjamin emisi, memastikan kelancaran dan kepercayaan publik terhadap penawaran ini.

Jadwal penerbitan obligasi ini telah disiapkan secara matang. Izin efektif telah diperoleh sejak 23 Juni 2025. Periode penawaran umum dijadwalkan pada 2-3 Maret 2026, diikuti dengan penjatahan pada 4 Maret 2026. Proses pengembalian uang pemesanan dan distribusi obligasi secara elektronik akan dilakukan pada 6 Maret 2026, dan pencatatan resmi di Bursa Efek Indonesia (BEI) akan terlaksana pada 9 Maret 2026.

Dana segar yang berhasil dihimpun dari penawaran umum obligasi ini, setelah dikurangi biaya emisi, akan sepenuhnya dialokasikan untuk modal kerja perusahaan. Secara spesifik, dana tersebut akan digunakan untuk mendukung pembiayaan repo, strategi penting dalam manajemen likuiditas dan portofolio perusahaan.

Penerbitan Obligasi Berkelanjutan II ini menargetkan total dana sebesar Rp 2 triliun. Dengan tiga seri obligasi sebelumnya yang telah menghimpun total dana sebesar Rp 1,75 triliun, tahap IV ini, dengan target Rp 250 miliar, akan menjadi seri terakhir untuk mencapai target keseluruhan tersebut. Ini menandai finalisasi strategi pendanaan penting bagi Trimegah Sekuritas dalam mendukung operasional dan ekspansi bisnisnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *