
Scoot.co.id JAKARTA. PT Sinar Eka Selaras Tbk (ERAL) atau Erajaya Active Lifestyle, bagian dari Erajaya Group (ERAA), memperkuat bisnis manufaktur kendaraan listrik (electric vehicle/EV) dengan Xpeng Indonesia.
Berdasarkan keterbukaan informasi Senin (15/5/2026), penguatan kolaborasi dilakukan melalui perubahan struktur kepemilikan pada entitas anak di bidang manufaktur dan perakitan kendaraan listrik, PT Era Industri Otomotif, dengan modal ditempatkan dan disetor penuh sebesar Rp 171,001 miliar.
Perubahan kepemilikan ini dilakukan melalui pengalihan sebanyak 154.072 lembar saham atau setara 90,1% kepemilikan EIDO dari perseroan kepada Xpeng.
Laba JPFA Melonjak 166,95% Jadi Rp 1,81 Triliun Kuartal I-2026
Djohan Sutanto, Direktur Utama ERAL mengatakan, langkah ini merupakan penguatan kolaborasi antara pihaknya dan Xpeng dalam mendukung pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia, khususnya pada aspek manufaktur dan perakitan EV.
“Kesepakatan strategis ini sekaligus mendukung fokus ekspansi dan menghadirkan solusi mobilitas cerdas yang semakin dekat dengan masyarakat Indonesia,” jelas Djohan dalam keterangan yang diterima Kontan, Senin (18/5/2026).
Meskipun saat ini, ia mengungkapkan keseluruhan rencana masih menunggu proses administratif berupa persetujuan resmi berdasarkan regulasi yang berlaku.
Adapun perubahan kepemilikan ini hanya terjadi pada level manufaktur melalui EIDO. Kepemilikan ini disebut tidak mencakup keseluruhan operasional bisnis Xpeng di Indonesia.
Seluruh aktivitas distribusi, penjualan, hingga layanan purna jual Xpeng di Indonesia tetap dijalankan oleh PT Era Inovasi Otomotif dan PT Era Dealer Otomotif yang merupakan entitas anak ERAL lainnya.
Djohan memastikan tidak terdapat perubahan pada akses produk, layanan, maupun pengalaman bagi konsumen.
“Seluruh distribusi, penjualan, dan layanan purna jual tetap dijalankan sepenuhnya oleh Erajaya Active Lifestyle,” ujarnya.
Manajemen ERAL menegaskan, kesepakatan strategis antara kedua pihak terkait kepemilikan saham pada EIDO tidak memberikan dampak material terhadap kegiatan operasional, kondisi hukum, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha perseroan.
Rupiah Sentuh Rekor Terendah, Pasar Keuangan Indonesia Semakin Tertekan