
Scoot.co.id – JAKARTA. Harga minyak mentah WTI kembali menguat setelah situasi geopolitik di Timur Tengah antara Amerika Serikat (AS) – Iran kembali memanas. Mengutip Trading Economics, Selasa (12/5/2026) pukul 15.11 WIB, harga minyak mentah WTI mencapai US$ 101,18 per barel, melonjak 3,17% secara harian.
Research & Development Trijaya Pratama Futures, Alwi Assegaf mengatakan, harga minyak mentah dunia melanjutkan penguatannya pada perdagangan Selasa, dengan kontrak WTI bertahan di atas level US$ 98 per barel setelah mencatat kenaikan hampir 3% pada sesi sebelumnya.
DXY Masih Perkasa, Safe Haven dan Yield US Treasury Jadi Penopang
“Penguatan harga terjadi seiring meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan global akibat memburuknya situasi geopolitik di Timur Tengah, khususnya terkait hubungan Amerika Serikat dan Iran,” jelas Alwi dalam keterangan tertulisnya, Selasa (12/5/2026).
Alwi menambahkan, sentimen utama datang dari pernyataan Presiden Donald Trump yang menyebut gencatan senjata AS-Iran berada dalam kondisi yang sangat rapuh setelah menolak proposal perdamaian terbaru dari Teheran.
Pernyataan tersebut memicu kekhawatiran bahwa Selat Hormuz dapat tetap tertutup secara efektif dalam waktu yang lebih lama. Kondisi ini menjadi perhatian serius pasar energi global mengingat selat tersebut merupakan jalur utama distribusi minyak dunia.
Alwi memproyeksikan resistance terdekat harga minyak mentah WTI di level US$ 101,46 per barel. Resistance berikutnya di level US$ 104,06 per barel.
IHSG Ambles 1,43% Sesi I Selasa (12/5), Rupiah Jebol Rp 17.500 per Dolar AS