
Scoot.co.id , JAKARTA — Emiten konglomerasi milik taipan Prajogo Pangestu, PT Barito Pacific Tbk. (BRPT), buka suara terkait dengan kabar yang beredar di media sosial perihal penggunaan saham PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) sebagai agunan fasilitas pendanaan perusahaan.
Dalam keterangan resminya, manajemen perseroan memastikan seluruh fasilitas pembiayaan serta pengaturan jaminan saham yang dilakukan oleh Barito Pacific selalu dikelola secara hati-hati. Langkah penjaminan aset tersebut diklaim telah mempertimbangkan berbagai skenario risiko secara terukur.
Selain itu, mekanisme pengaturan agunan saham yang berjalan di dalam perusahaan juga telah menyertakan instrumen khusus. Strategi tersebut disiapkan untuk memitigasi dampak dari volatilitas pasar.
: Prospek Emiten Prajogo BRPT hingga CUAN Cs, Diramal Mentereng di 2026
“Perseroan terus menjaga rasio margin dan posisi likuiditas secara disiplin, sejalan dengan prinsip kehati-hatian serta praktik manajemen risiko yang sehat,” tulis keterangan resmi manajemen, Kamis (21/5/2026).
Sementara itu, terkait dengan fluktuasi harga saham TPIA maupun BRPT yang terjadi di lantai bursa dalam beberapa waktu terakhir, manajemen menilai hal tersebut sebagai bagian dari dinamika pasar yang lumrah terjadi.
: : Tok! Chandra Asri (TPIA) Tebar Dividen Rp6,073 per Saham
Manajemen pun menyatakan operasional dan fundamental bisnis Barito dan seluruh entitas anak usahanya saat ini masih berada dalam kondisi yang solid.
“Operasional dan fundamental bisnis Barito Pacific beserta anak-anak perusahaannya tetap solid, didukung oleh fundamental bisnis yang kuat dan kinerja operasional yang resilien,” ungkap manajemen.
: : Saham TPIA, AMMN, dan DSSA Anjlok Belasan Persen Bikin IHSG Tumbang
Dari lantai Bursa Efek Indonesia (BEI), saham BRPT kembali ditutup melemah sebesar 11,05% ke Rp1.530 pada penutupan perdagangan Kamis (20/5). Dalam perdagangan lima hari terakhir, saham perseroan tercatat ambles 32,89%.
Penurunan harga juga dibukukan oleh TPIA. Pada hari ini, saham perseroan terkoreksi 14,66% menuju level Rp2.270 per saham. Adapun selama lima hari terakhir, saham perseroan sudah turun 55,05%.
_______
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.