
Scoot.co.id , JAKARTA — Sejumlah emiten batu bara seperti PT United Tractors Tbk. (UNTR), PT Indo Tambangraya Megah Tbk. (ITMG), dan PT Alamtri Resources Indonesia Tbk. (ADRO) akan melakukan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), dengan salah satu agenda pembagian dividen.
Investment Analyst Infovesta Utama Ekky Topan menilai emiten batu bara memang masih menawarkan yield dividen tinggi bagi investornya. Namun, kata dia, investor perlu memahami bahwa dividen bukan sumber keuntungan utama, melainkan hanya penopang downside dan bagian dari total return.
“Dividen lebih tepat dilihat sebagai penopang downside dan tambahan total return, bukan satu-satunya alasan beli,” ujar Ekky, Selasa (14/4/2026).
Menurutnya, strategi yang lebih rasional dalam kondisi saat ini adalah mengombinasikan perhitungan dividen dan potensi capital gain.
Hal ini sejalan dengan adanya sentimen pemangkasan produksi batu bara yang berpeluang menopang harga komoditas sekaligus membuka ruang kenaikan harga saham.
: Menadah Dividen Jumbo Emiten Batu Bara
Ekky menilai sejumlah saham batu bara masih menarik untuk dicermati dalam strategi tersebut. Saham ITMG dinilai memiliki fundamental yang solid dan visibilitas kinerja yang kuat, sehingga cocok bagi investor yang mengincar kombinasi dividen dan stabilitas.
Sementara itu, lanjut Ekky, saham ADRO dinilai menarik dengan pendekatan yang lebih taktis. Selain dividen, saham ini ditopang oleh aksi buyback dan arah transformasi bisnis ke depan.
“AADI menurut saya menarik untuk investor yang ingin eksposur ke batu bara, dengan momentum sektoral yang masih positif,” tuturnya.
Lebih lanjut, Ekky menekankan pentingnya strategi akumulasi bertahap saat terjadi koreksi harga, alih-alih melakukan pembelian mendekati periode cum dividen.
“Pendekatan terbaik adalah akumulasi bertahap saat koreksi, bukan dividend chasing terlalu mepet,” ujarnya.
Strategi tersebut dinilai memberi ruang bagi investor untuk tetap memperoleh yield optimal, sekaligus menjaga peluang capital gain dalam jangka menengah.
Berdasarkan data Bisnis, dividen emiten-emiten batu meluruh sejak tahun buku 2022. UNTR misalnya, mencatatkan lonjakan dividen pada tahun buku 2022 yang sebesar Rp7.003 per saham, yang merupakan dividen tertinggi sepanjang sejarah. Rasio pembayaran dividen tersebut terhadap laba bersih juga melonjak, dari sebelumnya 45% pada 2021, menjadi 121% terhadap laba bersih.
Setelah tahun 2022, pembagian dividen tersebut menurun menjadi Rp2.270 per saham pada tahun buku 2023, dan sebesar Rp2.151 per saham pada tahun buku 2024.
Selain UNTR, emiten lain yang juga mencatatkan lonjakan dividen pada tahun buku 2022 adalah ITMG. ITMG menebar dividen total sebesar Rp10.544 per saham ke pemegang sahamnya.
Sama seperti UNTR, tebaran dividen ITMG juga menyusut pada tahun buku 2023 menjadi Rp4.407 per saham, dan turun lagi pada 2024 menjadi Rp3.473 per saham.
Adapun emiten afiliasi Garibaldi ‘Boy’ Thohir, ADRO yang sebelumnya bernama Adaro Energy Indonesia, juga mencetak rekor pembagian dividen, dengan menebar dividen senilai US$0,031 per saham setara Rp240,78, atau senilai total US$1 miliar pada tahun buku 2022. Rasio pembayaran dividen tersebut tercatat sebesar 40% terhadap laba bersih ADRO.
Pembayaran dividen ADRO kemudian turun menjadi US$0,013 per dolar AS atau setara Rp209,31 pada tahun buku 2023, dan kemudian sebesar US$0,016 atau setara Rp166,69 per saham.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.