BI borong SBN Rp140,57 triliun demi jaga likuiditas pasar

Jakarta, IDN Times – Bank Indonesia (BI) menyampaikan bahwa hingga 19 Mei 2026 telah membeli Surat Berharga Negara (SBN) senilai Rp140,57 triliun. Langkah ini merupakan bagian dari upaya menjaga kecukupan likuiditas di pasar uang dan perbankan.

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menjelaskan bahwa dari total tersebut, pembelian di pasar sekunder mencapai Rp73,28 triliun.

“Pembelian SBN di pasar sekunder dilakukan sesuai mekanisme pasar secara terukur, transparan, dan konsisten dengan arah kebijakan moneter,” ujarnya dalam konferensi pers Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia.

1. Nilai outstanding SRBI telah mencapai Rp921,88 triliun

Selain membeli SBN, BI juga memperkuat bauran kebijakan moneter guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tingginya ketidakpastian global. Salah satu langkah yang ditempuh adalah menaikkan suku bunga instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) untuk menarik aliran modal asing ke pasar keuangan domestik.

“Hingga 18 Mei 2026, posisi instrumen moneter SRBI tercatat mencapai Rp921,88 triliun. Dari jumlah tersebut, kepemilikan investor nonresiden meningkat menjadi Rp221,59 triliun atau setara 24,04 persen dari total outstanding,” jelasnya.

2. Optimalisasi instrumen moneter pro-pasar terus dilakukan untuk dorong aliran modal asing

Kebijakan tersebut merupakan bagian dari strategi penguatan struktur suku bunga instrumen operasi moneter sekaligus menjaga daya tarik aset keuangan domestik di tengah ketatnya likuiditas global.

BI juga menyatakan bahwa optimalisasi instrumen moneter pro-pasar terus dilakukan untuk mendorong masuknya dana asing ke Indonesia serta menopang stabilitas nilai tukar rupiah.

“Langkah tersebut juga menjadi bentuk sinergi erat antara kebijakan moneter dan fiskal dalam menjaga stabilitas perekonomian nasional di tengah meningkatnya tekanan global,” katanya.

3. Rupiah berhasil menguat tipis pada akhir perdagangan

Dalam beberapa waktu terakhir, rupiah memang mengalami pelemahan cukup tajam. Berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah sempat menyentuh level Rp17.721 per dolar AS.

Namun, setelah BI menaikkan suku bunga acuan sebesar 50 basis poin menjadi 5,25 persen, rupiah menguat dan ditutup pada level Rp17.653 per dolar AS.

Purbaya Buyback SBN yang Dijual Asing Sebesar Rp600 Miliar Purbaya Tunda BSF, Kas Negara Jadi Penopang SBN 9 Istilah yang Penting Diketahui Sebelum Investasi di SBN Ritel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *