Scoot.co.id , JAKARTA – PT Samuel Sekuritas Indonesia, perusahaan pialang dengan kode IF yang dikenal piawai, telah mengungkapkan prospek sektor-sektor calon emiten baru yang siap melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui penawaran umum perdana atau IPO. Keberhasilan Samuel Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi tunggal dalam IPO RLCO pada akhir 2025 menjadi bukti nyata kepiawaian mereka, mengingat harga saham RLCO kini telah meroket ribuan persen.
Harry Su, Managing Director Research & Digital Production Samuel Sekuritas Indonesia, menyatakan bahwa pihaknya menargetkan untuk mendampingi sekitar lima perusahaan di tahun ini, baik dalam proses IPO maupun aksi korporasi strategis lainnya. “Terkait IPO dan/atau aksi korporasi lainnya, tahun ini Samuel Sekuritas mengharapkan untuk dapat membantu sekitar 5 perusahaan yang bergerak dalam sektor jasa keuangan, farmasi, ritel, teknologi/elektronik, dan komoditas,” ujar Harry kepada Bisnis pada Selasa (27/1/2026).
: Bangun Fondasi Operasional, Hypefast Bidik IPO 2027
Mengenai kategori kapitalisasi pasar calon emiten yang akan dibawa ke bursa, Harry menambahkan bahwa struktur dan kapitalisasi tersebut saat ini masih dalam tahap diskusi intensif. Penentuan ini akan mempertimbangkan berbagai faktor demi keberhasilan penawaran dan kinerja jangka panjang di pasar modal.
Sebelumnya, Samuel Sekuritas sukses mengawal PT Abadi Lestari Indonesia Tbk. (RLCO) untuk resmi melantai di bursa pada 8 Desember 2025. Hingga akhir tahun yang sama, RLCO mencetak rekor fantastis dengan mencatat auto reject atas (ARA) beruntun terbanyak sejak hari perdana perdagangan, yakni sebanyak 12 kali. Lonjakan ini membuat harga sahamnya terbang hingga 950,6% dari harga penawaran perdana.
: : Skema Danantara Masuk Bursa, BEI: IPO BUMN Jadi Salah Satu Opsi
Sejak pertama kali ditawarkan pada harga IPO Rp168, saham RLCO melesat tanpa henti dan mencapai puncak Rp8.700, merefleksikan kenaikan luar biasa sebesar 5.078,57% dari harga perdana. Akibat lonjakan signifikan ini, BEI terpaksa menghentikan sementara atau melakukan suspensi perdagangan saham RLCO sejak sesi I perdagangan 21 Januari 2026, dan hingga kini saham tersebut masih dalam status digembok oleh otoritas bursa.
Melalui aksi korporasi IPO tersebut, RLCO berhasil menghimpun dana segar sebesar Rp105 miliar. Namun, hingga 31 Desember 2025, perseroan baru merealisasikan penggunaan dana sebesar Rp10 miliar, atau setara dengan 9,52% dari total dana yang berhasil dihimpun.
: : Pramono Beberkan Strategi Bank Jakarta Bersolek Jelang IPO
Berdasarkan prospektus IPO RLCO, Samuel Sekuritas tampil sebagai satu-satunya penjamin pelaksana emisi efek dan penjamin emisi. Atas jasanya, Samuel Sekuritas memperoleh biaya jasa penjaminan (underwriting fee) sebesar 0,8231%, biaya jasa penyelenggaraan (management fee) sebesar 0,7842%, dan biaya jasa penjualan (selling fee) sebesar 0,8231%.
Menariknya, pada 26 Januari 2026, Samuel Sekuritas merilis riset yang memberikan rating “speculative buy” untuk saham RLCO dengan target harga ambisius sebesar Rp80.000. Target ini mencerminkan potensi kenaikan fantastis 820% dari harga Rp8.700 saat itu. Harry Su menegaskan, “Untuk RLCO, kami tentunya memiliki hitungan dan asumsi kami sendiri untuk target price yang telah kami berikan,” menandakan keyakinan kuat terhadap potensi jangka panjang emiten tersebut.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.