Chitose (CINT) tebar dividen tunai Rp 13,77 miliar, 45% dari laba bersih tahun 2025

Scoot.co.id CIMAHI. PT Chitose International Tbk (CINT) akan membagikan dividen tunai sebesar Rp 13,77 miliar atau Rp 13,8 per saham dari laba bersih perusahaan untuk tahun buku 2025. Keputusan ini telah disetujui dalam  Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang dilaksanakan Rabu, 22 April 2025.

Direktur Chitose International R. Nurwulan K, menyatakan bahwa dividen tunai tersebut setara 45% dari total laba bersih tahun 2025 yang sebesar Rp 30 miliar, dan akan dibagikan selambat-lambatnya pada 25 Mei 2025. 

“Yang juga telah mendapatkan persetujuan daripada RUPST yaitu atas pencapaian tahun 2025 yang cukup baik, perseroan merencanakan untuk membagikan dividen tunai kepada para pemegang saham dengan jumlah Rp 13.777.500.000,” ungkap Nurwulan, dalam agenda Paparan Publik, hari ini. 

OJK Beri Ruang, Aftech: Bursa Kripto Bisa Lebih dari Dua, Tergantung Pilihan Pasar

Lebih lanjut, perusahaan berhasil membukukan kinerja positif di sepanjang 2025, dengan perolehan pendapatan sebesar Rp 518,54 miliar. Angka ini mencerminkan pertumbuhan 12,3% dibandingkan Rp 461,77 miliar pada tahun sebelumnya. 

Sepanjang tahun lalu, segmen peralatan kantor masih memberikan porsi pendapatan tertinggi dengan porsi mencapai Rp 260,78  miliar. Disusul pendapatan sektor pendidikan Rp 237,19 miliar sebagai kontribusi terbesar kedua. 

Kemudian ada juga pendapatan dari sektor hotel, banquet, dan restoran senilai Rp 120,13 miliar, kursi lipat Rp 80 miliar, sektor rumah sakit Rp 7,25 miliar, dan pendapatan lain-lain Rp 49,24 miliar. 

Seiring pertumbuhan tersebut, CINT mampu menutup tahun 2025 dengan perolehan laba  tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 30,38 miliar, atau lebih tinggi 101,42% dibandingkan laba bersih 2024 senilai Rp 15,80 miliar. 

Memasuki tahun 2026, manejemen CINT cukup optimistis melihat prospek kinerja di sepanjang tahun. Pihaknya mengincar pertumbuhan kinerja keuangan, baik dari sisi pendapatan maupun laba. 

Optimisme tersebut sejalan dengan serangkaian strategi yang disiapkan serta outlook industri yang mendukung laju bisnis perusahaan ke depan. 

MSCI Pertahankan Pembatasan Saham RI, Ini Strategi Yang Bisa Dilakukan Investor

Dari sisi pendapatan, pihaknya mengincar pertumbuhan 8% secara tahunan menjadi Rp 560 miliar. Sedangkan untuk perolehan laba bersih, diharapkan dapat mencapai angka Rp 35 miliar, atau meningkat sekitar 5% dari 2024. 

Untuk mendukung pencapaian kinerja tahun ini, perusahaan menyiapkan alokasi belanja modal atau capital expenditure (Capex) sebesar Rp 5 miliar. 

“Alokasi capex tahun ini terutama difokuskan untuk revitalisasi permesinan, kegiatan otomasis, dan beberapa kegiatan pembelian mesin  yang diperlukan untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan efektivitas dalam profesional,” papar Nurwulan. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *