Ekonomi RI tumbuh 5,61%, IHSG sesi I langsung terbang ke 7.029

Scoot.co.id , JAKARTA – Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal pertama 2026 tercatat mencapai 5,61% year on year (YoY). Pertumbuhan tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan 5,39% YoY pada kuartal IV/2025 atau 4,87% YoY pada kuartal I/2025. Perekonomian yang solid ini menjadi stimulus penguatan pasar modal.

Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada sesi I perdagangan hari ini, Selasa (5/5/2026) menguat 0,83% ke 7.029. Indeks komposit kini kembali ke level psikologis usai sepanjang pekan lalu tertekan dan berakhir di 6.956.

“Sinyal solidnya pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2026 menopang optimisme di pasar, mengantarkan IHSG untuk ditutup menguat 0,83% ke level 7.030 pada akhir sesi I perdagangan,” tulis tim riset Mirae Asset Sekuritas, Selasa (5/5/2026).

Analis mencatat dalam sesi I ini saham-saham big banks mendominasi lonjakan, misalnya seperti BBRI yang menguat 3,6%, BBNI 2,9%, BMRI menguat 2,5% dan BBCA yang naik 2,1%.

Dari sektoral, 7 dari 11 indeks saham sektoral menguat. Penguatan dipimpin oleh sektor IDX Transportas dan IDX Financial yang naik masing-masing naik 1,14% dan 1,32%.

Adapun, data PDB Indonesia kuartal I/2026 bila dibedah menunjukkan bahwa lapangan usaha dengan pertumbuhan tertinggi tercatat pada akomodasi dan pergudangan yang naik 13,14% YoY, sedangkan sektor pertambangan terkontraksi 2,14% YoY.

: : IHSG Hari Ini Ditutup Menguat Meski Belum Kembali ke Level 7.000

Dari sisi pengeluaran, seluruh komponen mengalami pertumbuhan. Pertumbuhan tertinggi ada pada komponen konsumsi pemerintah dengan pertumbuhan 21,81% YoY. Sementara itu, konsumsi rumah tangga tumbuh 5,52% YoY dengan kontribusi PDB sebesar 54,36%.

Solidnya PDB nasional kuartal I/2026 ini menjadi penopang bursa Indonesia di saat bursa negara Asia lainnya sedang tertekan.

: : IHSG Dibuka Rebound ke 7,023, Saham TPIA, BREN hingga AMMN Kompak Melaju

“Bursa-bursa utama Asia kompak melemah seiring kembali meningkatnya eskalasi ketegangan antara AS dengan Iran,” tulis analis.

Sementara itu, tim riset Phitraco Sekuritas memperkirakan IHSG akan tetap berada di level 7.000 pada akhir perdagangan nanti. Secara teknikal, penguatan IHSG sesi I menunjukkan histogram negatif MACD yang cenderung mengecil, sementara indikator stochastic RSI membentuk golden cross di oversold area

“Sehingga kami memperkirakan IHSG berpotensi melanjutkan penguatan menuju level 7.050 pada perdagangan sesi II,” tulis analis.

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *