
Scoot.co.id Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,58% ke level 7.623 pada perdagangan Rabu (15/4/2026), diiringi aksi jual bersih asing (net foreign sell) sebesar Rp1,23 triliun.
Pelemahan ini dipicu tekanan di sektor perbankan serta aksi ambil untung setelah reli dalam dua pekan terakhir.
Secara teknikal, level 7.700 dinilai menjadi resistance psikologis penting yang perlu ditembus agar tren kenaikan berlanjut.
Pelat Timah (NIKL) Incar Laba US$ 3 Juta di Tahun 2026, Begini Strateginya
Namun, untuk perdagangan Kamis (16/4/2026), IHSG diproyeksikan masih berpotensi melemah dan mengalami pullback.
Dalam riset harian “Sapa Mentari” dari BRI Danareksa Sekuritas, disebutkan terdapat area gap menuju level 7.500 yang menjadi support terdekat.
Tekanan Global dan Rupiah
Tekanan juga datang dari pelemahan nilai tukar rupiah yang menembus level 17.100 per dolar AS, memicu arus keluar modal asing.
Emiten Ramai-Ramai Buyback Saham di Tengah Volatilitas Pasar, Ini Penyebabnya
Selain itu, ketidakpastian terkait konflik Iran–Amerika Serikat turut membatasi pergerakan pasar saham domestik.
Di pasar global, indeks Wall Street ditutup bervariasi. Dow Jones Industrial Average melemah 0,15% ke 48.463,72, sementara S&P 500 naik 0,80% ke 7.022,95 dan Nasdaq Composite menguat 1,59% ke 24.016,02.
Rekomendasi Saham
Berikut sejumlah saham pilihan:
1. PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) – BUY
Kinerja 2025 solid dengan laba bersih Rp2,5 triliun, didorong pertumbuhan distribusi dan kawasan industri JIIPE.
Buy: 1450–1480
Target: 1505–1550
Stop Loss: