IHSG berpotensi rebound, cermati saham pilihan analis untuk Selasa (19/5)

Scoot.co.id  JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali tertekan pada penutupan perdagangan Senin (18/5/2026), di tengah derasnya aksi jual investor asing, pelemahan rupiah, serta meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap kondisi global.

Setelah bergerak fluktuatif sepanjang sesi perdagangan, IHSG ditutup melemah 1,85% ke level 6.599,24.

Tekanan di pasar saham domestik juga dibarengi keluarnya dana asing dari bursa. Berdasarkan data perdagangan, investor asing membukukan aksi jual bersih (net sell) sebesar Rp463,74 miliar.

Head of Retail Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, mengatakan pelemahan IHSG sejalan dengan tekanan yang terjadi di mayoritas bursa global dan Asia.

IHSG Ambruk ke 6.599, Cek Saham Net Sell Terbesar Asing di Awal Pekan Ini

Sentimen negatif semakin kuat karena nilai tukar rupiah masih berada dalam tekanan di kisaran Rp17.681 per dolar Amerika Serikat (AS).

Menurut Herditya, ketidakpastian global menjadi faktor utama yang membebani pergerakan pasar, terutama akibat meningkatnya tensi geopolitik yang mendorong lonjakan harga minyak mentah dunia hingga kembali menembus level US$100 per barel.

“Kondisi ini meningkatkan kekhawatiran investor terhadap tekanan inflasi dan perlambatan ekonomi global,” ujar Herditya, Senin (18/5/2026). 

Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis Tambolang, menambahkan depresiasi rupiah yang masih berlanjut turut memperbesar tekanan terhadap IHSG, terutama di tengah minimnya sentimen positif dari domestik.

Ia menilai pelemahan rupiah memunculkan spekulasi bahwa Bank Indonesia (BI) berpotensi menaikkan suku bunga acuan dalam rapat kebijakan pekan ini guna menjaga stabilitas nilai tukar.

“Tekanan terhadap rupiah ini mendorong munculnya perkiraan bahwa BI berpeluang menaikkan suku bunga acuan pada pertemuan pekan ini,” kata Alrich.

IHSG Anjlok 1,85%, Analis Rekomendasi Saham Blue Chip Ini untuk Selasa (19/5)

Sementara itu, Founder Republik Investor Hendra Wardana menilai kondisi pasar saat ini mencerminkan krisis kepercayaan investor yang cukup serius. Menurut dia, derasnya aksi jual asing membuat tekanan terhadap IHSG semakin dalam.

“Kejatuhan IHSG hingga ke level 6.599 bukan cuma koreksi biasa, tapi cerminan bahwa pasar sedang memasuki fase krisis kepercayaan yang cukup serius,” ujar Hendra.

Secara teknikal, Hendra menilai posisi IHSG saat ini sudah berada di area oversold. Meski demikian, potensi penguatan dinilai masih rapuh karena sentimen utama penekan pasar belum mereda.

Ia memperkirakan rebound jangka pendek masih mungkin terjadi akibat penurunan indeks yang sudah cukup dalam. Namun, penguatan tersebut berisiko hanya menjadi dead cat bounce apabila tekanan global dan arus keluar dana asing masih berlanjut.

IHSG Ditutup Melemah 1,85% di Perdagangan Senin (18/5), Bos BEI Bilang Begini

Untuk perdagangan Selasa (19/5), Hendra memproyeksikan IHSG bergerak di rentang support 6.398 dan resistance 6.600.

Sementara Herditya memperkirakan IHSG berpeluang mengalami technical rebound dengan level support di 6.492 dan resistance 6.705.

Herditya merekomendasikan sejumlah saham yang dinilai menarik dicermati pelaku pasar, yakni saham PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR), PT Archi Indonesia Tbk (ARCI), dan PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *