IHSG Menguat Tipis 0,19% ke 8.414 Sepekan Terakhir, Ini Kata Analis

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Jumat (21/11/2025) dengan sedikit koreksi, berada di level 8.414,35 atau turun tipis 0,066%.

Meskipun terkoreksi di akhir pekan, secara akumulatif, IHSG masih mencatatkan penguatan mingguan sebesar 16,21 poin atau 0,19%. Pergerakan pasar saham sepanjang minggu ini diwarnai sentimen kehati-hatian.

Nafan Aji Gusta, Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas, mengamati bahwa pergerakan IHSG selama sepekan terakhir cenderung sideways dengan sedikit kecenderungan melemah.

IHSG Turun Tipis 0,02% Jumat (14/11), Asing Net Sell Rp 73 Miliar

Menurut Nafan, sikap hati-hati pelaku pasar dipicu oleh ekspektasi yang meredup terkait pemangkasan suku bunga oleh The Fed. “Pekan ini pasar cenderung melemah tipis karena pelaku pasar sudah memperhitungkan peluang penurunan suku bunga The Fed yang semakin kecil. Hal ini memunculkan pesimisme terkait potensi rate cut di bulan Desember, bahkan mungkin hingga September tahun depan,” jelasnya.

Dari dalam negeri, keputusan Bank Indonesia untuk mempertahankan BI Rate sempat memberikan dorongan sesaat bagi IHSG. Sayangnya, momentum penguatan ini tidak berlangsung lama karena aksi profit taking yang terjadi pada hari Jumat.

“IHSG sempat merasakan angin segar setelah pengumuman BI, namun penguatan tersebut bersifat sementara karena kemudian terjadi aksi ambil untung di hari Jumat,” imbuh Nafan.

IHSG Turun Tipis 0,02% ke 8.370, Top Losers LQ45 NCKL, SCMA dan KLBF, Jumat (14/11)

Kendati demikian, dari sudut pandang teknikal, Nafan melihat tren IHSG secara keseluruhan masih positif. “Fase bullish consolidation masih berlaku. Selama pola ini tetap terjaga, diharapkan IHSG mampu kembali membangun fase uptrend,” pungkasnya. Dengan kata lain, meskipun ada koreksi, potensi penguatan IHSG di masa depan masih terbuka lebar, asalkan pola konsolidasi yang sehat tetap terjaga.

Ringkasan

IHSG ditutup melemah tipis 0,066% pada hari Jumat, namun secara akumulatif mencatatkan penguatan mingguan sebesar 0,19%. Pergerakan IHSG sepekan terakhir cenderung sideways karena sentimen kehati-hatian pelaku pasar, terutama dipicu oleh meredupnya ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh The Fed.

Keputusan Bank Indonesia mempertahankan BI Rate sempat memberikan dorongan singkat bagi IHSG, namun terhenti karena aksi profit taking. Secara teknikal, tren IHSG masih positif dengan fase bullish consolidation yang diharapkan dapat memicu fase uptrend kembali di masa mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *