Scoot.co.id JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih terus memperlihatkan gejolak yang tinggi, sebuah kondisi yang menurut PT Zurich Topas Life (Zurich Life) berpotensi memengaruhi pergerakan kinerja unitlink berbasis saham. Santy Gui, Director Investment and Risk Management Zurich Life, menjelaskan bahwa dalam jangka pendek, nilai unitlink dapat berfluktuasi sejalan dengan dinamika pasar modal.
Meskipun demikian, Santy Gui menegaskan bahwa produk unitlink berbasis saham pada dasarnya dirancang sebagai instrumen investasi jangka panjang. Oleh karena itu, faktor-faktor fundamental perusahaan, horizon investasi yang ditetapkan, serta kondisi makro ekonomi menjadi penentu utama bagi kinerja produk ini dalam rentang waktu yang lebih panjang.
Menanggapi potensi risiko pasar yang ada, Zurich Life menerapkan prinsip pengelolaan investasi yang sangat hati-hati dan disiplin. Strategi ini mencakup diversifikasi portofolio ke berbagai sektor dan instrumen, pemilihan saham dengan fundamental yang kuat, serta penyesuaian komposisi portofolio secara adaptif sesuai dengan perubahan kondisi pasar. “Dengan pendekatan ini, kami berupaya agar kinerja unitlink saham tetap dikelola secara optimal, meskipun pasar bergerak fluktuatif,” ungkap Santy.
Fintech Samir Beberkan Sejumlah Faktor yang Berpotensi Meningkatkan Kredit Macet
Di tengah dinamika pasar modal yang masih sarat volatilitas, Santy Gui memproyeksikan peluang pertumbuhan return unitlink berbasis saham tetap terbuka hingga akhir tahun. Optimisme ini dapat terwujud jika didukung oleh perbaikan sentimen pasar, stabilitas ekonomi yang berkelanjutan, serta meredanya ketegangan geopolitik internasional.
Namun, Santy juga mencermati adanya sejumlah ketidakpastian yang berpotensi mempertahankan volatilitas pasar saham pada tingkat tinggi, yang tentu akan berdampak pada kinerja unitlink saham. Dalam skenario penuh ketidakpastian seperti ini, ia mengungkapkan bahwa secara historis, produk unitlink berbasis pasar uang cenderung menunjukkan pergerakan yang lebih stabil dibandingkan dengan unitlink saham, pendapatan tetap, maupun campuran. Oleh karena itu, pemilihan jenis unitlink sangat disarankan untuk disesuaikan secara cermat dengan tujuan keuangan, jangka waktu investasi, dan profil risiko masing-masing nasabah.
Industri Asuransi Kesehatan Atur Strategi Kendalikan Klaim di Tengah Pelemahan Rupiah
Fakta ini diperkuat oleh data Infovesta secara year to date (ytd) per April 2026, yang menunjukkan rata-rata return unitlink berbasis saham mengalami kontraksi paling dalam, yaitu sebesar 4,75%. Kinerja serupa juga terlihat pada unitlink berbasis campuran yang terpuruk dengan rata-rata return terkontraksi 3,62%. Unitlink pendapatan tetap pun tidak luput dari kontraksi, dengan rata-rata return sebesar 0,97%. Menariknya, hanya unitlink berbasis pasar uang yang berhasil membukukan kinerja positif, mencapai rata-rata return 1,04% pada periode yang sama.