
Scoot.co.id , JAKARTA — Indeks Bisnis-27 dibuka menguat pada awal perdagangan hari ini Kamis (22/4/2026) didorong oleh kenaikan sejumlah saham yakni ASII, BBNI, MEDC.
Berdasarkan data IDX Mobile hingga pukul 09.10 WIB, indeks kerja sama dengan harian Bisnis Indonesia ini dibuka menguat 0,14% pada level 499,4. Terpantau sebanyak 14 saham menghijau, 9 turun, dan 4 saham stagnan.
Pergerakan indeks ditopang oleh penguatan saham-saham PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. (INKP) naik 2,29% ke level Rp10.550, saham PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) naik 1,57% ke level Rp3.890, selanjutnya saham PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) naik 1,47% ke level Rp1.725.
Berikutnya saham PT Mayora Indah Tbk. (MYOR) naik 1,42% ke level Rp1.785, dan saham PT Aneka Tambang (Persero) Tbk. (ANTM) naik 1,22% ke level Rp4.150.
Sebaliknya saham yang menahan laju penguatan dan cenderung melemah adalah saham PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) melemah 0,73% ke level Rp0,73%, selanjutnya saham PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) turun 0,44% ke level Rp2.550, saham PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. (AMRT) turun 0,34% ke level Rp1.460. Selanjutnya saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) turun 0,33% ke level Rp2.990
Berdasarkan laporan riset harian Phintraco Sekuritas menilai adanya sentimen positif dari perpanjangan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran.
: : Indeks Bisnis-27 Dibuka Menguat, ASII hingga UNTR Topang Kenaikan
Presiden Donald Trump mengisyaratkan peluang pembicaraan damai lanjutan yang dapat dimulai secepatnya pada Jumat. Namun, ketidakpastian masih membayangi setelah media pemerintah Iran melaporkan bahwa Teheran belum memutuskan untuk bergabung dalam putaran negosiasi baru dan belum memberikan sikap resmi terkait perpanjangan gencatan senjata.
Kondisi ini membuat pelaku pasar tetap waspada karena belum adanya kejelasan terkait kelanjutan perundingan maupun durasi gencatan senjata.
: : Indeks Bisnis-27 Ditutup Melemah, AMRT, BMRI, Cs Tetap Cuan
Ketegangan di kawasan Timur Tengah juga kembali meningkat setelah insiden penyerangan terhadap tiga kapal di sekitar Selat Hormuz, dengan Iran dilaporkan menyita dua kapal. Situasi ini mendorong lonjakan harga komoditas energi, di mana minyak Brent menembus US$100 per barel, sementara minyak WTI melampaui US$92 per barel.
Dari sisi domestik kebijakan moneter, Bank Indonesia memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan (BI Rate) di level 4,75%, dengan suku bunga fasilitas simpanan di 3,75% dan fasilitas pinjaman di 5,5%. Langkah ini diambil guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tekanan global yang masih tinggi.
Pertumbuhan kredit perbankan juga menunjukkan perbaikan dengan kenaikan menjadi 9,49% secara tahunan (year-on-year) pada Maret 2026, dibandingkan 9,37% pada Februari 2026. Pertumbuhan ini ditopang oleh kredit investasi yang melonjak 20,85%, diikuti kredit modal kerja 4,38% dan kredit konsumsi 5,88%.
______
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.