Jelang RUPST PTBA, intip historis dividen satu dekade

Scoot.co.id, JAKARTA – Para investor dan pemegang saham PT Bukit Asam (Persero) Tbk. (PTBA), salah satu perusahaan anggota holding BUMN Tambang MIND ID, patut mencatat tanggal penting: 11 Juni 2026. Pada hari Kamis tersebut, PTBA akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) untuk tahun buku 2025. Menariknya, dalam satu dekade terakhir, PTBA selalu konsisten membagikan dividen tunai kepada para pemegang sahamnya, sebuah rekam jejak yang mengesankan bagi perusahaan tambang batu bara terkemuka ini.

Konsistensi pembagian dividen ini tercermin jelas dari keputusan-keputusan RUPST sebelumnya. Terakhir, melalui RUPST tahun buku 2024 yang diselenggarakan pada 12 Juni 2025, PTBA telah menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp3,83 triliun. Jumlah tersebut merupakan 75% dari total laba bersih perseroan yang mencapai Rp5,10 triliun pada tahun buku 2024.

Sebelumnya, tren serupa juga terlihat pada RUPST tahun buku 2023 yang digelar pada 8 Mei 2024. Kala itu, para pemegang saham menyepakati pembagian dividen tunai sebesar Rp4,58 triliun, dengan rasio pembayaran dividen yang juga mencapai 75% dari laba bersih tahun buku 2023 yang tercatat Rp6,10 triliun. Angka-angka ini menunjukkan komitmen PTBA dalam mengembalikan nilai kepada investor secara teratur.

Puncak kemurahan hati perseroan dalam pembagian dividen terjadi pada 2023. RUPST tahun buku 2022 yang dilaksanakan pada 15 Juni 2023 menyetujui pembagian dividen tunai sebesar seluruh total laba bersih yang berhasil diraih perseroan pada tahun buku 2022, yakni mencapai Rp12,57 triliun. Nominal fantastis ini juga menandai rasio pembayaran dividen (pay out ratio) sebesar 100%, angka yang sama seperti pembagian dividen tunai untuk periode tahun buku 2021 yang disetujui pada 2022, di mana perseroan mengguyur dividen tunai sebesar Rp7,91 triliun atau setara Rp688,52 per saham.

Menariknya, meskipun rasio pembayaran dividen 100% tercatat dua kali berturut-turut, secara nominal, dividen yang dibagikan PTBA pada periode 2023 sebesar Rp12,57 triliun adalah yang terbesar dalam 10 tahun terakhir. Nilai ini setara dengan Rp1.094,05 per saham, yang didistribusikan kepada 11,49 juta saham yang dipegang oleh investor. Sementara itu, jika merujuk pada data historis 10 tahun terakhir, pay out ratio tertinggi di luar angka 100% tercatat pada dividen tunai periode 2020. Saat itu, PTBA membagikan dividen sebesar Rp3,65 triliun atau Rp326,46 per saham, yang mencerminkan pay out ratio sebesar 90% dari laba bersih perseroan tahun buku 2019.

Adapun, untuk tahun buku terbaru, berdasarkan laporan keuangan 2025 yang telah diaudit, PTBA membukukan laba bersih sebesar Rp2,29 triliun. Raihan ini menunjukkan penurunan sebesar 42,74% secara year on year (YoY) dibandingkan tahun sebelumnya. Angka laba bersih ini tentu akan menjadi pertimbangan utama dalam penentuan besaran dividen pada RUPST 11 Juni 2026 mendatang.

Untuk memberikan gambaran lengkap mengenai jejak historis pembagian dividen tunai PTBA, berikut adalah data lengkapnya:

Tahun pembagian Tahun buku Dividen (Rp triliun) Pay out ratio (%)
2025 2024 3,83 75
2024 2023 4,58 75
2023 2022 12,57 100
2022 2021 7,91 100
2021 2020 0,83 35
2020 2019 3,65 90
2019 2018 3,77 75
2018 2017 3,36 75
2017 2016 0,6 30
2016 2015 0,61 30

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *