Komdigi Dorong Pembangunan Data Center di Indonesia Timur

Kementerian Komunikasi dan Digital atau Komdigi mendorong pembangunan data center atau pusat data di Indonesia Timur sebagai bentuk pemerataan agar pembangunan pusat data tidak terfokus di Indonesia bagian Barat.

“Kami pertimbangkan ke depan bagaimana pusat data bukan lagi sekadar fasilitas penyimpanan data, tetapi telah menjadi tulang punggung ekonomi digital dan fondasi utama bagi pengembangan kecerdasan buatan atau AI,” kata Dirjen Infrastruktur Digital Komdigi Wayan Toni Supriyanto usai menghadiri acara Indotelko Forum, di Jakarta, Rabu (29/4).

Wayan mengatakan, saat ini kebutuhan akan komputasi skala besar, penyimpanan data masif, serta integrasi dengan cloud dan edge computing akan terus meningkat. Oleh karena itu, arah kebijakan Kementerian Komdigi ke depan adalah memperkuat ekosistem pusat data nasional sebagai aset digital strategis.

“Ini untuk mendorong kedaulatan data dengan tetap membuka ruang investasi, serta memastikan pengembangan data center yang efisien dan berkelanjutan melalui konsep Green Data Center,” ujarnya.

Baca juga:

  • Digital Realty Bersama akan Ekspansi, Sediakan Pusat Data Berkapasitas 63 MW
  • Wamen Stella Christie Sebut Bangun Pusat Data di Bali Tak Masuk Akal, Kenapa?
  • BDx Kantongi Pinjaman Rp 5,4 T untuk Bangun Pusat Data AI di Asia

Ia memastikan saat ini Kementerian Komdigi juga menyiapkan master plan untuk pembangunan pusat data dari swasta. Dengan begitu, pembangunan pusat data tidak hanya terpusat di satu wilayah saja.

“Kami akan mencoba mengupayakan agar data center tidak hanya di Barat, tapi juga ada wilayah-wilayah Timur,” kata Wayan.

Untuk menyiapkan master plan itu, Kementerian Komdigi juga akan berkoordinasi dengan Kementerian Perdagangan. Pasalnya, saat ini Kementerian Komdigi belum memiliki kebijakan untuk mengeluarkan izin yang sifatnya khusus untuk pembangunan pusat data.

“Sekarang (perizinan) data center untuk kebutuhan listrik ke PLN, nanti air ke KLH (Kementerian Lingkungan Hidup), kemudian gedung itu IMB,” ujarnya.

Potensi Indonesia Jadi Pusat Data Center Regional

Di sisi lain, Wayan mengatakan saat ini Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi hub pusat data di kawasan Asia Tenggara. Ia menilai, hal ini harus didorong lebih serius lagi sebagai bagian dari pemosisian strategis nasional.

Namun, infrastruktur dan teknologi tidak akan memberikan dampak optimal jika tidak didukung oleh sumber daya manusia yang unggul. “Oleh karena itu, pembangunan talenta digital menjadi kunci utama keberhasilan transformasi ini,” ujarnya.

Wayan mengatakan Indonesia membutuhkan talenta yang tidak hanya mampu menggunakan teknologi, tetapi juga mampu menciptakan inovasi. Khususnya di bidang AI, data, dan keamanan siber.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *