
Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan untuk hadir pada puncak peringatan Hari Buruh yang akan diselenggarakan di Monumen Nasional, Monas, pada 1 Mei mendatang.
Keterangan tersebut disampaikan oleh Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), Muhammad Qodari dalam konferensi pers di Kantor Bakom, Jakarta Pusat, pada Rabu (29/4).
“Pemerintah ingin menegaskan satu hal, bahwa posisi pemerintah bukan berhadapan dengan buruh, melainkan berdiri bersama buruh,” kata Qodari.
Qodari mengatakan bahwa pemerintah memahami situasi masyarakat, terutama kekhawatiran buruh terjadap ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK), tekanan biaya hidup, dan ketidakpastian ekonomi.
Menurut Qodari, kesejahteraan pekerja dan kesehatan dunia usaha bukan hal yang saling bertentangan, melainkan dua sisi dari tujuan yang sama. “Pemerintah mencatat dan memahami keresahan ini. Negara hadir sebagai pelindung pekerja sekaligus penjaga keberlanjutan lapangan kerja,” ujarnya.
Prabowo sebelumnya hadir dalam Hari Buruh di Monas pada 1 Mei 2025 lalu. Saat itu ia mengatakan bahwa aset-aset negara yang merupakan kekayaan rakyat harus dikuasai oleh negara sebagaimana diatur dalam konstitusi Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (UUD 45).
“Gue ngerti mana aset-aset yang milik rakyat, gue ngerti semua, dan gue akan tarik kembali jadi milik rakyat, saudara-saudara sekalian,” kata Prabowo saat berbicara di hadapan ratusan ribu buruh saat peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2025 di Lapangan Silang Monas, Jakarta, Kamis (1/5/2025).