Ringkasan Berita:
- Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menjadi sorotan setelah nilai tukar rupiah terus melemah seminggu terakhir.
- Setelah didesak anggota DPR agar mundur, Perry lalu dipanggila Prabowo ke Istana Negaa.
- Hanya berkomentar singkat saat ke luar Istana.
Scoot.co.id – Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menjadi sorotan setelah nilai tukar rupiah terus melemah seminggu terakhir.
Berdasarkan data Trading View, Senin (18/5/2026), rupiah ditutup melemah sebesar 1,12 persen ke level Rp17.655 per dolar AS.
Menurunnya nilai tukar rupiah ini membuat Perry Warjiyo dipanggil Presiden Prabowo Subianto ke Istana Negara, Jakarta, Senin (18/5/2026).
Dalam pertemuan dengan Prabowo, Perry Warjiyo membahas pelemahan kurs Rupiah yang menyentuh angka Rp17.600 per dolar AS.
Pantauan Tribunnews.com Perry dan sejumlah menteri kabinet merah putih di bidang ekonomi keluar dari Istana sekira pukul 18.20 WIB.
Mereka melakukan rapat terbatas dengan Presiden Prabowo selama lebih dari 2 jam.
Saat ditanya awak media, Perry mengaku dirinya meyakini rupiah tetap akan stabil di tengah tekanan mata uang dolar AS.
“Yakin stabil,” ujar Perry.
Namun begitu, ia enggan menjawab sampai kapan tekanan terhadap rupiah akan terjadi.
Dia memilih langsung masuk ke dalam kendaraannya.
Diminta Anggota DPR Mundur
Sebelumnya, Perry Warjiyo didesak untuk mundur oleh DPR RI.
Desakan agar Perry mundur dari posisi Gubernur BI mundur diucapkan Primus Yustisio saat rapat kerja dengan Perry di Komisi XI DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Senin (18/6/2026).
Dalam rapat tersebut, Primus menyoroti soal anomalinya kondisi ekonomi Indonesia yang disebut mengalami pertumbuhan 5,61 persen akan tetapi nilai tukar rupiah terus anjlok.
“Yang berhubungan dengan tugas dan fungsi Bank Indonesia, itu anomali. Pertumbuhan ekonomi kita 5,61 persen, tetapi nilai tukar rupiah kita jeblok, bahkan sekarang ada di level rekor terendahnya terhadap dolar,” kata Primus dalam ruang rapat.
Tak hanya terhadap nilai tukar rupiah, Primus juga menyoroti makin merosotnya nilai Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Indonesia.
Kata dia, di saat seluruh negara sudah kembali rebound imbas perang Amerika Serikat-Israel terhadap Iran, Indonesia justru mengalami minus.
“Indeks kita juga habis Pak, merosot turun, di mana indeks seluruh dunia sejak perang tembak rudal itu tanggal 28 Februari, apa yang terjadi terhadap indeks dunia itu terjadi pada seluruhnya. Dan mereka sudah rebound, bahkan sudah plus, dan Indonesia saat ini masih minus lebih dari 20 persen,” ucap dia.
Atas kondisi ini, politikus PAN tersebut menyatakan kalau sejatinya dunia internasional telah menyoroti kinerja dari BI yang merupakan bank sentral di Indonesia.
Menurut dia, kualitas terhadap kinerja BI dari menurunnya seluruh aspek perekonomian di Indonesia harus dipertanyakan secara tajam.
“Ini kan bagaimana global mempertanyakan, salah satu, ada banyak faktor, tetapi mempertanyakan kualitas Bank Indonesia, Bank Sentral kita ini. Nah, ini yang menurut saya, saya harus secara tajam pertanyakan,” ucapnya.
Sebab kata Primus, pelemahan nilai tukar rupiah tidak hanya terjadi terhadap dolar AS, melainkan juga terhadap seluruh mata uang asing yang ada di dunia.
Bahkan kata dia, terhadap dolar Singapura dan ringgit Malaysia, nilai tukar rupiah juga keok.
“Faktanya dan ironisnya Pak, ini terhadap semua mata uang. Kita melemah terhadap Singapura, terhadap Australia, terhadap Ringgit, terhadap Real, apalagi Hong Kong Dolar, Euro. Saya masih ingat Pak, Euro tahun waktu awal-awal tahun 2006 itu 7.000 per Euro, sekarang hampir 19.000, hampir 20.000,” ucapnya.
Primus lantas menyinggung sikap gentleman dari Perry dalam menyikapi kondisi saat ini.
Menurut dia, tidak ada salahnya Perry mengajukan pengunduran diri dari jabatannya sebagai Gubernur BI dan tidak akan ada rasa hina apabila keputusan itu diambil saat ini.
“Pak Perry yang saya hormati, kadang-kadang Pak, kalau kita mengambil tindakan gentleman itu bukan penghinaan Pak. Saya berikan contoh, mungkin saatnya sekarang Bapak mengundurkan diri. Tidak ada salah, kalau selanjutnya terserah Bapak tentu saja,” kata dia.
“Tapi itu bukan sikap penghinaan Pak. Anda akan lebih dihormati seperti di Korea ataupun di Jepang kalau Anda tidak bisa melakukan tugas Anda dengan baik, seperti itu. Tidak ada salahnya,” tegas Primus.
Politikus yang memiliki background sebagai aktor tanah air itu turut menyampaikan hadist Nabi Muhammad yang kerap diperuntukkan bagi pejabat yang tidak memiliki kemampuan dalam bidang yang dipimpin.
Sejatinya kata dia, kehancuran akan segera tiba bagi suatu urusan yang dikendalikan oleh orang yang bukan ahlinya.
“Terakhir, saya ingin mengutip hadis Pak, dan karena Anda ini adalah saya melihat orang yang saleh, hadis ini sangat familiar, yang artinya dalam Indonesia ‘Apabila suatu urusan diserahkan kepada yang bukan ahlinya, tunggulah kehancurannya’,” tandas dia.
Purbaya Tetap Tersenyum
Di bagian lain, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menunjukkan optimismenya dengan terus tersenyum saat merespons pelemahan nilai tukar rupiah yang menyentuh level Rp 17.600 per dollar Amerika Serikat (AS).
Di tengah tekanan terhadap mata uang domestik dan berbagai sentimen global, Purbaya justru menilai kondisi ekonomi Indonesia masih berada dalam situasi yang baik.
“Kalau saya senyum ekonominya bagus, rupiahnya juga bagus. Makanya saya senyum terus,” ujar Purbaya kepada wartawan ditemui di Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Jakarta pada Senin (18/5/2026).
Terkait tekanan rupiah terhadap dollar AS dan potensi dampaknya terhadap subsidi energi serta asumsi makro APBN, Purbaya memastikan pemerintah telah melakukan perhitungan matang.
Purbaya mengatakan pemerintah telah menghitung skenario pelemahan rupiah dalam pengelolaan APBN, termasuk dampaknya terhadap subsidi energi.
Ia mengatakan pemerintah tidak lagi menggunakan asumsi nilai tukar lama dalam menghitung kebutuhan anggaran negara.
“Waktu kita hitung rupiahnya bukan seperti asumsi APBN yang sebelumnya. Jadi gitu kira-kira,” ucapnya.
Namun, Purbaya enggan membeberkan angka detail yang digunakan pemerintah karena khawatir menimbulkan spekulasi pasar mengenai target nilai tukar pemerintah.
“Tapi sudah kita hitung jadi enggak usah khawatir,” kata dia.
Purbaya menambahkan penjelasan lebih lengkap mengenai kondisi APBN akan disampaikan pemerintah dalam konferensi pers APBN yang dijadwalkan berlangsung pada Selasa (19/5/2026).
Purbaya memastikan pemerintah sudah menyiapkan langkah antisipasi sehingga masyarakat diminta tetap tenang menghadapi tekanan nilai tukar rupiah.
Sebagian artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Gubernur BI Irit Bicara Setelah Dipanggil Prabowo Bahas Pelemahan Rupiah di Istana
Jadikan SURYA.co.id preferensi beritamu dengan mengklik tautan ini