Scoot.co.id JAKARTA. PT Astra International Tbk (ASII) belum agresif menggunakan belanja modal atau capital expenditure (capex). Hingga paruh pertama tahun 2025, ASII baru menyerap belanja modal Rp 8,8 triliun atau 33,8% dari total anggaran capex ASII Rp 26 triliun tahun 2025. Wakil Presiden Direktur PT Astra International Tbk, Rudy menjelaskan sebagian besar alokasi capex diarahkan ke pembelian alat berat untuk bisnis kontraktor...
Read More »Garap Tambang Bawah Tanah, Anak Usaha Archi Indonesia (ARCI) Gandeng Macmahon
Scoot.co.id JAKARTA. PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) mengumumkan perjanjian kerja sama yang melibatkan anak usaha dengan perusahaan jasa pertambangan pihak ketiga. Dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), anak usaha ARCI, yakni PT Tambang Tondano Nusajaya (TTN) telah melakukan perjanjian kerja sama dengan PT Macmahon Indonesia melalui kontrak jasa pengembangan tambang bawah tanah Kopra. Penandatanganan perjanjian kerja sama...
Read More »Morris Capital Mulai Borong Saham PIPA
Morris Capital Indonesia mulai membeli saham Multi Makmur Lemindo (PIPA) dan berpotensi menjadi pemegang saham pengendali.
Read More »IFII Bagi Dividen Interim Rp 56,47 Miliar: Cek Jadwal Lengkapnya!
Scoot.co.id JAKARTA. Emiten yang bergerak di bidang pengolahan kayu, PT Indonesia Fibreboard Industry Tbk (IFII) akan membagikan dividen interim sebesar Rp 56,47 miliar untuk periode tahun buku 2025. Sekretaris Perusahaan Indonesia Fibreboard Industry Evan Kristian menjelaskan pembagian dividen interim ini sesuai dengan keputusan direksi yang telah disetujui dewan komisaris pada 26 Agustus 2025. “Total nilai dividen yang akan dibayarkan...
Read More »XLSmart Telecom (EXCL) Catat Rugi Bersih Rp 1,22 Triliun pada Semester I-2025
Scoot.co.id JAKARTA. PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) membukukan rugi bersih selama periode Januari–Juni 2025. Ini merupakan laporan keuangan perdana setelah merger XL Axiata dan Smartfren tuntas. Melansir laporan keuangan yang dirilis pada Rabu (27/8), EXCL meraup pendapatan bersih sebesar Rp 19,09 triliun per Juni 2025. Ini meningkat 11,98% secara tahunan atau Year on Year (YoY) dari Rp 17,05 triliun. Sementara itu, EXCL membukukan...
Read More »10 Pasar Saham Terbesar di Dunia: AS Memimpin, China Tertinggal Jauh
Scoot.co.id Pasar saham global memiliki nilai total mencapai US$ 127 triliun pada tahun 2024. Lalu, di manakah pasar saham terbesar dunia berada. Securities Industry and Financial Markets Association alias SIFMA, kelompok perdagangan industri Amerika Serikat, pada Juli 2025 merilis data nilai pasar global di sepanjang tahun 2024. Data yang dirilis SIFMA mencerminkan perusahaan domestik yang terdaftar dan tidak termasuk ekuitas swasta....
Read More »BEI Suspensi Saham Sawit Haji Isam (JARR) Usai Melejit 206,19% Sebulan
BEI menghentikan sementara perdagangan saham JARR karena lonjakan harga 206,19% dalam sebulan, untuk melindungi investor dan memberi waktu evaluasi.
Read More »Saham Tambang MIND ID, ANTM dan PTBA Tersengat Kenaikan Harga Komoditas
Saham-saham tambang Scoot.co.id seperti PTBA dan ANTM menguat seiring dengan sentimen positif dari kenaikan harga batu bara dan emas, serta kebijakan baru.
Read More »Anak Usaha WSKT Kembali Lakukan Restrukturisasi Utang, Perpanjang Tenggat Kredit
Scoot.co.id – JAKARTA. Anak perusahaan PT Waskita Karya Tbk (WSKT) kembali melakukan restrukturisasi utang. Kali ini, PT Waskita Fim Perkasa Realti (WFPR) yang mendapatkan persetujuan perpanjangan jangka waktu kredit. Melansir keterbukaan informasi tanggal 27 Agustus 2025, WFPR merupakan anak perusahaan PT Waskita Karya Realty (WSKR) dengan kepemilikan saham sebesar 90%. Sementara, WSKR merupakan anak perusahaan WSKT dengan kepemilikan saham...
Read More »Pergerakan Sahamnya Tak Wajar, BEI Awasi Saham OASA, FLMC dan CASH
Scoot.co.id JAKARTA. Bursa Efek Indonesia (BEI) tengah memantau pergerakan saham PT Maharaksa Biru Energi Tbk (OASA), PT Falmaco Nonwoven Industri Tbk (FLMC) dan PT Cashlez Worldwide Indonesia Tbk (CASH). BEI menetapkan status unusual market activity (UMA) pada saham OASA lantaran terjadi indikasi pola transaksi yang tidak wajar. Sementara, saham FLMC dan CASH masuk pengawasan UMA karena adanya peningkatan harga saham yang di luar kebiasaan....
Read More »