Pertumbuhan ekonomi Sumbar 5,02% pada kuartal I/2026, ini pesan BI ke pemda

Scoot.co.id , PADANG – Bank Indonesia menyambut baik adanya pertumbuhan ekonomi Provinsi Sumatra Barat pada kuartal I/2026 yang mencapai angka 5,02% dan kondisi ini memperlihatkan mesin ekonomi Ranah Minang pada beberapa sektor berjalan baik.

Kepala Perwakilan BI Sumbar, M. Abdul Majid mengatakan sesuai data yang dirilis oleh BPS (Badan Pusat Statistik) itu, pertumbuhan ekonomi Sumbar didorong adanya kinerja lapangan usaha yang mengalami pertumbuhan signifikan adalah penyediaan akomodasi dan makan minum sebesar 17,77%.

“Akomodasi dan makan minum yang bisa tumbuh dua digit ini harus dilihat oleh pemerintah daerah. Artinya, kalau ada stimulus/insentif/positive-shock, maka sektor ini bisa berlari kedepannya,” kata dia, Selasa (5/5/2026).

: Ekonomi Sumbar Tumbuh 5,02% pada Kuartal I/2026, Lampaui Riau dan Sumut

Majid melihat lapangan usaha akomodasi dan makan minum ini dapat memberikan efek pada rantai pasok ke pertanian, serta investasi yang tentunya memperbaiki kualitas infrastruktur dan meningkatkan kapasitas produksi.

Namun, tantangannya adalah mesin (akomodasi dan makan minum) harus dapat mempertahankan kinerja sepanjang 2026. Begitupun untuk sektor pertanian harus dijaga dari pengaruh El Nino, di samping mempertahankan produktivitas melalui injeksi pupuk, bibit unggul, penerapan teknologi dan pencegahan hama.

: : Ekspor CPO Asal Sumbar Didominasi ke India pada Kuartal I/2026

“Jadi akomodasi makan dan minum ini harus dijaga dengan menjaga iklim pariwisata yang kondusif. Iven-iven besar harus digelar masif oleh pemerintah daerah, seperti Tour de Singkarak, peringatan 100 tahun Jam Gadang,” ucapnya.

Kemudian Majid menyatakan untuk sektor investasi juga harus dibuka lebar, seperti optimalisasi area Pelabuhan Teluk Bayur, menjaga ritme pembangunan Sintinjau Lauik dan infrastruktur lainnya, serta harmonisasi/sinergi kebijakan Pemprov Sumbar dan 19 kabupaten dan kota  dalam mengembangkan iklim investasi dan usaha.

: : Haji 2026: Pensiunan TNI Asal Padang Jadi Calon Haji Tertua di Sumbar

“Yang terpenting bagaimana kita semua menjaga mesin-mesin sektoral ini tetap jalan dengan baik/tinggi,” tegasnya.

Menurutnya yang menjadi catatan BI, penyerapan tenaga kerja di Sumbar membaik, namun tantangannya adalah tenaga kerja formal masih dibawah 40% dari total tenaga kerja yakni 60%an lebih masih informal.

Oleh karena itu, seiring bermunculannya UKM makan minum ini, maka benar-benar harus dijaga melalui peningkatan daya beli terutama gen menial, kampanye berkonsumsi, perbanyak iven agar wisatawan masuk ke Sumbar.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Provinsi Sumbar kuartal I/2026 terhadap kuartal I/2025 yoy mengalami pertumbuhan sebesar 5,02% yang didorong adanya kinerja lapangan usaha yang mengalami pertumbuhan signifikan adalah penyediaan akomodasi dan makan minum sebesar 17,77%.

Kepala BPS Sumbar Nurul Hasanudin mengatakan angka pertumbuhan dua digit pada penyediaan akomodasi dan makan minum ini merupakan sebuah kabar baik. Namun untuk lapangan usaha pengadaan listrik dan gas terjadi terkontraksi 0,42%. 

“Yang signifikan itu lapangan usaha penyediaan akomodasi dan makan minum, lalu diikuti jasa lainnya sebesar 9,10%, serta jasa keuangan sebesar 7,94%,” katanya dikutip dari data resmi BPS, Selasa (5/5/2026). 

Selanjutnya, melihat secara spasial, struktur perekonomian Pulau Sumatra pada triwulan I/2026 didominasi oleh Provinsi Sumatra Utara dengan kontribusi terhadap PDRB Pulau Sumatra sebesar 23,50%, diikuti Riau sebesar 23,29%, Sumatera Selatan sebesar 13,60%, Lampung sebesar 9,72%, Kepulauan Riau sebesar 7,30%, Sumatra Barat sebesar 6,83%, Jambi sebesar 6,52%, Aceh sebesar 4,88%, Kepulauan Bangka Belitung sebesar 2,26 %, dan Provinsi Bengkulu sebesar 2,10%. 

Kemudian pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Provinsi Kepulauan Riau sebesar 7,04%, diikuti oleh Lampung sebesar 5,58%, Sumatra Selatan sebesar 5,34%, Sumatra Barat sebesar 5,02%, Sumatera Utara sebesar 4,98%, Riau sebesar 4,89%, Bengkulu sebesar 4,72%, Kepulauan Bangka Belitung sebesar 4,53%, Jambi sebesar 4,33%, dan Aceh sebesar 4,09%.

Dari data itu, pertumbuhan ekonomi di Sumbar di Regional Sumatra, mengalami peningkatan yang cukup bagus, karena pertumbuhan ekonomi Sumbar kuartal I/2026 melampaui angka pertumbuhan ekonomi Riau dan Sumut. Berbeda pada tahun periode tahun lalu, pertumbuhan ekonomi Sumbar berada di bawah Riau dan Sumut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *