Prima Multi (PMUI) dirikan anak usaha fokus di bisnis hotel dan restoran

Scoot.co.id JAKARTA. PT Prima Multi Usaha Indonesia Tbk (PMUI), sebuah perusahaan yang dikenal di bidang telekomunikasi dan aktivitas konsultasi manajemen, telah mengambil langkah strategis dengan mendirikan entitas anak baru bernama PT Griya Prima Indonesia (GPI). Pembentukan GPI ini merupakan bagian dari upaya PMUI untuk mendukung pengembangan dan ekspansi kegiatan usahanya ke sektor yang lebih luas.

Direktur Utama Prima Multi Usaha Indonesia, Agus Susanto, dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 16 Februari 2026, menjelaskan bahwa GPI secara khusus akan berfokus pada kegiatan usaha di sektor pariwisata, meliputi perhotelan dan restoran. Dengan kepemilikan sebesar 99,6% oleh PMUI, sementara sisa saham dimiliki oleh Agus Susanto pribadi, GPI sepenuhnya terkonsolidasi sebagai anak usaha yang dikendalikan oleh emiten ini.

Diperkirakan, GPI akan memulai operasi komersialnya pada pertengahan tahun 2027. Pada tahap awal operasional, kontribusi GPI terhadap pendapatan konsolidasi PMUI diproyeksikan belum akan material. Agus Susanto menegaskan bahwa saat ini, GPI masih dalam tahap perencanaan usaha serta pengurusan izin-izin yang diperlukan, dan belum memulai kegiatan operasional maupun komersialnya.

Pembentukan GPI merupakan manifestasi dari strategi jangka panjang PMUI untuk melakukan diversifikasi kegiatan usaha secara bertahap, sembari tetap menjalankan kegiatan usaha utamanya. Kehadiran GPI di masa mendatang diharapkan dapat membuka potensi sumber pendapatan baru di luar lini usaha inti perseroan, sekaligus mengurangi risiko konsentrasi usaha dan meningkatkan nilai jangka panjang bagi para pemegang saham. PMUI berkomitmen untuk mengedepankan prinsip kehati-hatian dan tata kelola perusahaan yang baik dalam setiap pengembangan usahanya.

Kantor dan operasional GPI nantinya akan berlokasi di Grha Prima Indonesia, Jalan Tuparev No. 87A, Desa Sutawinangun, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Susunan manajemen GPI akan dipimpin oleh Rudy Susanto Wijaya Kaswan sebagai komisaris dan Agus Susanto sebagai direktur.

Selain mendirikan GPI, PMUI juga tengah melancarkan aksi korporasi signifikan lainnya. Emiten ini berencana untuk menjual saham anak usahanya, PT Graha Prima Mentari Tbk (GRPM), yang dikenal sebagai distributor produk Coca-Cola.

Agus Susanto, dalam keterbukaan informasi di BEI pada 13 Februari 2026, memaparkan bahwa pada 12 Februari 2026, PMUI telah menandatangani “term sheet non binding agreement” dengan PT Tunas Binatama Lestari. Perjanjian ini mengindikasikan bahwa Tunas Binatama, yang merupakan bagian dari kelompok usaha Rimau Group, akan mengakuisisi sebanyak 1,236 miliar saham PT Graha Prima Mentari Tbk, atau sekitar 80% dari total saham perusahaan tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *