Samuel Sekuritas pangkas target IHSG di akhir 2026, ini saham pilihannya

Scoot.co.id JAKARTA. Samuel Sekuritas Indonesia memangkas proyeksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada akhir 2026 menjadi 7.500 dari sebelumnya di 8.000. Ini sehubungan dengan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). 

Head of Research Samuel Sekuritas Prasetya Gunadi menjelaskan proyeksi tersebut berdasarkan asumi earnings growth hanya mencapai 2% dengan fair price to earnings ratio (P/E) mutliple 12,3 kali. 

Untuk skenario bullish, IHSG diproyeksi bisa mencapai ke level 8.00 dengan earning growth 5% dan fair P/E di multiple di level 12,9 kali. Di skenario bearish, IHSG diperkirakan menuju 6.300 dengan earnings growth minus 3% dan fair P/E multiple 10,9 kali. 

Harga Emas Melonjak, ARCI Bidik Produksi Naik 15% pada 2026

“Sebenarnya bullish case kami itu awalnya base case. Awalnya target earning growth bisa mencapai 5%, tetapi kami turunkan menjadi 2%. Alasannya karena rupiah dan harga minyak,” kata Prasetya dalam acara Media Connect, Kamis (7/5/2026). 

Prasetya menambahkan, nilai rupiah diprediksi bisa menuju level Rp 17.500 per dolar AS di skenario dasarnya. Untuk skenario bearish rupiah bisa ke atas Rp 18.000 dolar AS dan di skenario bullish rupiah akan bergerak di bawah Rp 17.000 per dolar AS. 

Dia memproyeksikan jika nilai tukar rupiah menembus level Rp 18.000 per dolar AS, maka akan berdampak ke sektor consumer staples hingga perbankan yang akan memengaruhi asset quality. 

Namun, Samuel Sekuritas masih merekomendasikan beli ANTM dengan target harga Rp 4.600. Prasetya bilang kinerja ANTM pada 2026 mulai menunjukkan perbaikan volume penjualan yang didukung kenaikan harga emas global. 

Samuel Sekuritas juga merekomendasikan beli BUMI dengan target harga di Rp 300 per saham. Kemudian dari sektor transportasi logistik, Samuel Sekuritas menyarankan beli BULL dengan target harga di Rp 700. 

Kemudian, kata Prasetya, Samuel Sekuritas merekomendasikan juga beli INDF dengan target harga di Rp 7.900. Terakhir, investor disarankan beli SILO sebagai strategi defensif dengan target harga di Rp 3.000. 

Ekonom Soroti Efektivitas BSF saat Yield SBN dan Rupiah Masih Rentan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *