BCA pastikan kredit sehat di tengah kenaikan BI rate

Jakarta, IDN Times – PT Bank Central Asia Tbk (BCA) senantiasa mencermati keputusan Bank Indonesia (BI) yang menaikkan suku bunga acuan menjadi 5,25 persen. Perseroan memandang langkah tersebut sebagai kebijakan strategis dalam merespons dinamika ekonomi global serta menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn, menyampaikan, perseroan terus mempertimbangkan berbagai faktor tersebut guna menjaga keseimbangan antara kecukupan likuiditas dan ekspansi kredit yang sehat.

“Secara bersamaan, BCA senantiasa melakukan review berkala dan menjaga tingkat suku bunga kredit pada level yang dapat diterima pasar, dengan tetap memperhatikan daya beli masyarakat,” ujar hera kepada IDN Times, Jumat (22/5/2026).

1. Nilai kredit yang disalurkan Rp965 triliun

Hera menyebut dalam menilai kebijakan suku bunga, kami konsisten mencermati perkembangan suku bunga acuan ke depan, parameter makroekonomi lainnya, potensi risiko, kondisi likuiditas sektor perbankan dan pasar yang dipengaruhi faktor permintaan dan penawaran.

Hingga April 2026, tren pertumbuhan kredit BCA masih terjaga dengan baik. Kredit BCA secara bank only tercatat tumbuh sehat dan mencapai Rp965 triliun. Perseroan optimistis dapat mencapai target pertumbuhan kredit sepanjang tahun 2026.

“Ke depan, kami akan terus mendorong penyaluran kredit yang berkualitas dengan mempertimbangkan prinsip kehati-hatian dan penerapan manajemen risiko yang disiplin.

2. BTN lakukan berbagai skenario untuk hadapi perubahan kebijakan moneter

Sebelumnya, Corporate Secretary BTN, Ramon Armando, mengatakan perseroan telah menyiapkan berbagai skenario untuk menghadapi perubahan kebijakan moneter, termasuk dampaknya terhadap biaya dana.

“BTN terus menjaga struktur pendanaan agar tetap efisien melalui penguatan dana murah,” ujar Ramon dalam pesan singkatnya, Kamis (21/5/2026).

3. BTN perkuat struktur pendanaan

Lebih lanjut, Ramon mengatakan industri perbankan pada umumnya telah memiliki manajemen risiko yang memadai serta melakukan stress test secara berkala untuk mengantisipasi potensi kenaikan BI Rate yang dapat berdampak pada peningkatan biaya dana (cost of fund).

“Secara khusus, BTN terus menjaga struktur pendanaan guna mengurangi sensitivitas terhadap tekanan nilai tukar dan biaya pendanaan,” tegasnya.

Daftar 10 Bank di Indonesia Terbaik Dunia Versi Forbes, BCA Juaranya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *