BRI (BBRI) jaga likuiditas dan pertumbuhan kredit usai BI rate naik 50 bps

Scoot.co.id , JAKARTA — PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) atau BRI menyatakan tetap menjaga keseimbangan pertumbuhan bisnis, kualitas aset, likuiditas, dan profitabilitas di tengah kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) sebesar 50 basis poin.

Corporate Secretary BRI Dhanny mengatakan perseroan memandang langkah Bank Indonesia tersebut sebagai upaya antisipatif untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah serta daya tahan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global.

“Kami memandang kebijakan tersebut merupakan bagian dari langkah pre-emptive dan forward looking Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah serta menjaga daya tahan perekonomian nasional di tengah dinamika global yang masih penuh ketidakpastian,” ujar Dhanny kepada Bisnis, Selasa (20/5/2026).

: Gubernur BI Minta Perbankan Tahan Bunga Kredit saat BI Rate Naik 50 Bps

BRI menilai fundamental ekonomi domestik masih cukup resilien, ditopang pertumbuhan ekonomi yang tetap terjaga, inflasi yang relatif terkendali, dan konsumsi masyarakat yang masih menunjukkan tren positif.

Di tengah dinamika suku bunga, BRI juga berupaya menjaga efisiensi biaya dana dengan memperkuat penghimpunan dana murah atau current account saving account (CASA) melalui penguatan ekosistem transaction banking.

: : Rupiah Digempur, Bank Indonesia Naikkan Bunga SRBI 6,45% dan BI Rate 50 Basis Poin

“BRI tetap fokus menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis, kualitas aset, likuiditas, dan profitabilitas secara berkelanjutan,” kata Dhanny.

Selain itu, perseroan memastikan penyaluran kredit tetap dilakukan secara selektif dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian, terutama pada pembiayaan segmen usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta sektor produktif.

: : BI Rate Naik 50 Bps, Bank Indonesia Longgarkan Aturan RIM dan Tambah Insentif KLM

Sebelumnya, Bank Indonesia memutuskan menaikkan BI Rate sebesar 50 basis poin dalam hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Mei 2026 di tengah tekanan volatilitas global dan pelemahan nilai tukar rupiah.

Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. – TradingView

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *