
Scoot.co.id – JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 63,77 poin atau 0,92% ke level 6.905,62 pada akhir perdagangan Senin (11/5/2026).
Sebanyak 251 saham naik, 442 saham turun dan 125 saham stagnan. Total volume perdagangan saham di bursa hari ini mencapai 41,09 miliar saham, dengan total nilai Rp 20,32 triliun.
Berikut rekomendasi teknikal sejumlah saham untuk perdagangan Selasa (12/5/2026) dari beberapa analis. Simak ulasan lengkapnya:
Kapasitas Naik 2,5 Kali, Prospek Pertamina Geothermal (PGEO) Masih Cerah di 2026
1. PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO)
Gerak saham ADRO terjadi pullback pada sesi II (11/5) dengan mencoba mempertahankan support jangka menengah di level 2.460 atau MA50, meski dengan indikator MACD menunjukkan pelemahan tren. Maka saat ini dapat untuk speculative buy dengan target menuju level resistance 2.600 dan batasi jika harga turun kebawah support 2.380. Pada perdagangan Senin (11/5/2026), harga saham ADRO ditutup melemah 1,61% ke Rp 2.450 per saham.
Rekomendasi: Speculative Buy
Support: Rp 2.380
Resistance: Rp 2.600
VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas Indonesia, Oktavianus Audi
2. PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM)
Saham ANTM sedang menguji support Fibonacci 3490 yang berpotensi menjadi area rebound pada skenario alternatif. Meskipun demikian, ANTM diperkirakan melanjutkan tren turun sebelumnya ke area 3200-3300 apabila harga menembus di bawah 3490. Indikator MACD menunjukkan adanya momentum bearish. Pada perdagangan Senin (11/5/2026), harga saham ANTM ditutup melemah 1,93 % ke Rp 3.700 per saham.
Rekomendasi: Hold
Support: Rp 3.490
Resistance: Rp 3.950
Technical Analyst Binaartha Sekuritas, Ivan Rosanova
3. PT Kalbe Farma Tbk (KLBF)
Saham KLBF terkoreksi 3,26% ke 890 dan disertai dengan munculnya tekanan jual, koreksinya pun berada di bawah MA20. Saat ini, kami memperkirakan posisi KLBF sedang berada pada bagian dari wave 4 dari wave (C) dari wave [Y]. Pada perdagangan Senin (11/5/2026), harga saham KLBF ditutup melemah 3,26 % ke Rp 890 per saham.
Rekomendasi: Trading Buy
Support: Rp 850
Resistance: Rp 970
Head of Retail Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana
Reksadana Dolar AS Makin Dilirik, Dana Kelolaan Melonjak 899%