
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Fore Kopi Indonesia Tbk (FORE) cetak kinerja moncer setelah mampu meraih lonjakan laba dan pendapatan di periode kuartal I-2026.
Dalam catatan laporan keuangannya, FORE mencatatkan laba sebesar Rp 9,4 miliar di kuartal I-2026, melonjak 60,47% secara year on year (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya senilai Rp 5,87 miliar.
Sejalan dengan itu, kondisi penjualan perusahaan juga mengalami peningkatan menjadi Rp 444,45 miliar per tiga bulan pertama tahun 2026, melesat 52,37% yoy.
Secara rinci, penjualan dari segmen minuman mencapai Rp 461,09 miliar per awal tahun 2026, meningkat dari Rp 303,28 miliar. Segmen makanan tercatat Rp 58,82 miliar, naik dari Rp 31,9 miliar, serta penjualan lain-lain meningkat dari Rp 1,61 miliar menjadi Rp 1,93 miliar.
Rupiah Dibuka Menguat ke Rp 17.125 Per Dolar AS Hari Ini (21/4), Terkuat di Asia
Kenaikan penjualan ini turut mendorong pertumbuhan laba bruto menjadi Rp 273,68 miliar, dari sebelumnya Rp 181,04 miliar. Sejalan dengan itu, beban pokok penjualan tercatat naik menjadi Rp 170,78 miliar dari Rp 110,65 miliar, mencerminkan ekspansi bisnis yang agresif.
Dari sisi operasional, beban juga meningkat cukup signifikan. Beban penjualan tercatat sebesar Rp 212,15 miliar, naik dari Rp 138,73 miliar. Sementara beban umum dan administrasi mencapai Rp 45,26 miliar, dibandingkan Rp 32,88 miliar pada periode sebelumnya. Total beban operasional pun meningkat menjadi Rp 257,41 miliar dari Rp 171,61 miliar.
Meski demikian, FORE masih mampu mencatatkan pertumbuhan laba operasional menjadi Rp 16,26 miliar, naik dari Rp 9,43 miliar.
Dari sisi non operasional, perusahaan mencatat penghasilan bunga sebesar Rp 2,49 miliar, naik signifikan dari Rp 208,19 juta. Namun, beban keuangan juga meningkat menjadi Rp 4,46 miliar. Secara keseluruhan, beban lain-lain bersih tercatat sebesar Rp 1,08 miliar.
Dengan demikian, laba sebelum pajak penghasilan mencapai Rp 15,18 miliar, meningkat dari Rp 6,32 miliar pada periode sebelumnya. Setelah memperhitungkan beban pajak sebesar Rp 5,75 miliar, laba periode berjalan FORE tercatat Rp 9,43 miliar, tumbuh dari Rp 5,88 miliar.
Hingga akhir Maret 2026, FORE melaporkan total aset sebesar Rp 1,16 triliun, stabil dari posisi akhir tahun 2025 sebesar Rp 1,16 triliun.
FORE Chart by TradingView
Total liabilitas tercatat Rp 474,1 miliar per Maret 2026, turun dari akhir tahun 2025 sebesar Rp 279,58 miliar. Ekuitas perusahaan justru mengalami kenaikan menjadi Rp 690,14 miliar dari sebelumnya Rp 680,58 miliar.
Perusahaan minuman dan makanan ini juga melaporkan saldo kas dan bank pada akhir tahun sebesar Rp 253,8 miliar hingga kuartal I-2026, melesat dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 45,23 miliar.