Scoot.co.id – Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap maraknya penyebaran video dan berita bohong yang secara tidak sah mengatasnamakan Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa.
Baru-baru ini, sebuah video menyesatkan telah beredar luas, menampilkan adegan satu keluarga yang dikisahkan menangis terharu karena mendadak menjadi kaya raya setelah diklaim menerima bantuan dana hibah dari Purbaya. Video tersebut bahkan turut menyertakan pernyataan palsu dari Menteri Keuangan Purbaya, lengkap dengan nomor kontak yang disebut-sebut sebagai ‘asli’ padahal sejatinya adalah modus penipuan.
Menanggapi beredarnya konten ini, Kementerian Keuangan (Kemenkeu), melalui Biro Komunikasi dan Layanan Informasi serta Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID), dengan tegas menyatakan bahwa video tersebut merupakan hoaks berbasis teknologi deep fake. Ini adalah peringatan serius terhadap ancaman misinformasi digital yang kian meresahkan.
Sebagai informasi, deep fake sendiri adalah jenis teknologi canggih yang memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk menciptakan gambar, video, atau rekaman audio palsu yang tampak begitu meyakinkan. Kemampuan teknologi ini memungkinkan manipulasi atau penciptaan konten yang menampilkan seseorang seolah-olah mengatakan atau melakukan sesuatu yang sebenarnya tidak pernah terjadi, menjadikannya alat ampuh untuk kejahatan siber dan penipuan di era digital.
Sesuai definisi dari laman Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kemenkeu, hibah merupakan setiap penerimaan negara dalam bentuk devisa, devisa yang dirupiahkan, rupiah, barang, jasa, atau surat berharga yang diperoleh dari pemberi hibah dan tidak perlu dibayar kembali, baik yang berasal dari dalam maupun luar negeri. Perlu digarisbawahi, Kementerian Keuangan secara spesifik mengelola hibah baik dalam konteks penerimaan maupun pemberian hibah kepada pemerintah atau lembaga asing, selalu terikat pada tujuan yang jelas.
Penting untuk dipahami bahwa penyaluran hibah dari Kemenkeu dirancang untuk mendukung program pembangunan nasional, penanggulangan bencana alam, atau sebagai bantuan kemanusiaan kepada lembaga/pemerintah asing. Oleh karena itu, Kemenkeu tidak pernah dan tidak akan pernah menyalurkan dana hibah tunai secara langsung kepada perorangan atau masyarakat umum. Klaim apa pun mengenai bantuan dana hibah personal dari Kemenkeu adalah penipuan yang harus diwaspadai.
Demi keamanan finansial dan untuk menghindari potensi kejahatan siber, Kemenkeu mengimbau masyarakat agar selalu waspada dan melakukan konfirmasi ke saluran informasi resmi pemerintah terhadap setiap informasi finansial yang mengatasnamakan negara. Segala bentuk kebijakan penganggaran, bantuan sosial, atau realisasi belanja negara hanya dipublikasikan secara resmi melalui situs web kemenkeu.go.id, portal e-ppid.kemenkeu.go.id, serta akun media sosial resmi yang bercentang biru (terverifikasi).
Melalui kanal-kanal komunikasi resmi Kemenkeu—seperti laman e-ppid.kemenkeu.go.id, akun media sosial PPID Kemenkeu (Instagram, X/Twitter, Facebook), serta akun Instagram Kemenkeu PRIME—dipastikan bahwa video tentang keluarga yang kaya mendadak dan pernyataan Menkeu Purbaya adalah informasi menyesatkan (hoaks). Masyarakat diharapkan untuk tidak menyebarluaskan video hoaks deep fake ini, guna memutus rantai penyebaran kejahatan siber dan misinformasi yang merugikan publik.