Laba Siloam (SILO) naik 22,5% lampaui ekspektasi, efisiensi disebut jadi kunci utama

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Realisasi kinerja PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO) dinilai sejalan dengan proyeksi para analis. 

Berdasarkan paparan manajemen, SILO membukukan pendapatan Rp 12,8 triliun atau tumbuh 5,2% secara tahunan pada tahun 2025. Sementara itu, EBITDA melonjak 18,3% secara year on year (yoy) menjadi Rp 2,8 triliun dan laba bersih naik 22,5% yoy menjadi Rp1,1 triliun.

Head of Research KISI Sekuritas Muhammad Wafi menilai, kualitas pertumbuhan SILO bahkan lebih baik dari yang terlihat dari sisi topline.

Ekspansi Tambang Emas Jadi Motor Baru Kinerja PTRO, Cek Rekomendasi Sahamnya

“Gap yang lebar antara pertumbuhan revenue dan profitabilitas ini menjadi sinyal positif efisiensi operasional yang membaik, bukan sekadar efek volume,” ujar Wafi kepada Kontan, Selasa (12/5/2026).

Menurutnya, peningkatan kontribusi pasien non-JKN serta strategi klasifikasi rumah sakit yang mendorong kenaikan average revenue per user (ARPU) menjadi pendorong utama perbaikan margin. Momentum ini juga dinilai masih berlanjut pada kuartal I-2026.

Dari sisi strategi, implementasi NGS dengan diferensiasi Network Premium dan Network Value Seeker dinilai cukup efektif untuk mendorong pertumbuhan jangka menengah.

Wafi menjelaskan, segmen Premium berperan dalam meningkatkan ARPU dan margin, sementara Value Seeker menjaga volume pasien dan penetrasi pasar yang lebih luas.

“Namun, eksekusinya masih butuh waktu karena transisi arketipe ini belum sepenuhnya terefleksi,” tambahnya.

Senada, Equity Research Analyst Kiwoom Sekuritas Indonesia Abdul Azis Setyo Wibowo menilai strategi ekspansi SILO yang lebih selektif dan berbasis peluang menjadi langkah positif di tengah kompetisi industri rumah sakit yang semakin ketat.

Menurutnya, pendekatan ekspansi berbasis peluang memungkinkan perseroan lebih fokus pada proyek dengan potensi return dan utilisasi yang optimal.

Penjualan Mobil Naik 54,77% di April 2026, Begini Rekomendasi Saham Astra (ASII)

Selain itu, strategi peningkatan kompleksitas layanan dan optimalisasi average revenue per occupied bed (ARPOB) dinilai efektif dalam mendorong profitabilitas tanpa perlu ekspansi kapasitas secara agresif.

Dari sisi permodalan, Azis menilai posisi keuangan SILO masih relatif terjaga untuk mendukung ekspansi, baik melalui kas internal maupun pinjaman. Meski demikian, investor tetap perlu mencermati potensi kenaikan leverage ke depan.

Di sisi lain, keputusan SILO untuk tidak membagikan dividen dan menahan seluruh laba dinilai sebagai langkah yang wajar dalam siklus investasi.

Wafi menilai, kebijakan ini memang berpotensi mengurangi daya tarik jangka pendek, tetapi bisa menjadi sinyal positif jika hasil reinvestasi mampu memberikan imbal hasil lebih tinggi dibandingkan dividen.

“Selama arus kas operasional tetap kuat, strategi ini justru memperkuat fondasi keuangan jangka panjang,” jelasnya.

Ke depan, Wafi memproyeksikan pendapatan SILO pada 2026 berada di kisaran Rp13,5 triliun hingga Rp14 triliun, dengan laba bersih berpotensi menembus Rp1,2 triliun.

Proyeksi ini ditopang oleh kontribusi penuh dari ekspansi layanan, termasuk fasilitas Mochtar Riady Center for Advanced Care (MRCAC) di Surabaya serta penguatan layanan di Makassar.

Selain itu, margin EBITDA juga berpotensi meningkat seiring efisiensi biaya, termasuk dari eliminasi beban sewa pasca integrasi properti rumah sakit.

Adapun dari sisi rekomendasi, Wafi memberikan rating beli untuk saham SILO dengan target harga Rp 3.200 per saham.

Telkom (TLKM) Perkuat Bisnis Inti, Divestasi Anak Usaha Dinilai Tambah Nilai

Sementara itu, Azis memilih bersikap lebih konservatif dengan rekomendasi wait and see, mengingat pergerakan harga saham SILO yang masih dalam tren penurunan.

Dari sisi manajemen, Presiden Direktur SILO David Utama menyatakan, kinerja 2025 mencerminkan awal transformasi strategis perseroan.

“Ini menandai awal dari transformasi yang lebih luas, sejalan dengan visi kami untuk menghadirkan layanan kesehatan berkualitas tinggi dan mudah dijangkau bagi seluruh masyarakat Indonesia,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *