
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan berpeluang menguat terbatas pada perdagangan Rabu (13/5/2026), meskipun masih dibayangi sejumlah sentimen eksternal dan domestik.
Pada penutupan perdagangan Selasa (12/5/2026), IHSG ditutup melemah 0,68% ke level 6.858,90.
Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis Tambolang, mengatakan pelemahan IHSG dipicu oleh tekanan nilai tukar rupiah serta antisipasi pasar terhadap potensi penurunan bobot Indonesia dalam indeks MSCI.
RUPST Siloam (SILO) Setujui Seluruh Agenda Termasuk Penggunaan Laba Bersih
“IHSG ditutup melemah seiring pelemahan rupiah ke level terendah baru dan antisipasi penurunan bobot oleh MSCI,” ujarnya kepada Kontan, Selasa (12/5/2026).
Ia menambahkan, kenaikan yield Surat Utang Negara tenor 10 tahun juga turut menekan pasar.
“Kenaikan yield SUN ke level 6,72% merupakan level tertinggi dalam dua pekan terakhir, dipicu oleh kenaikan harga minyak yang meningkatkan kekhawatiran pelebaran defisit APBN,” jelasnya.
Di sisi lain, tekanan pada rupiah masih berlanjut hingga menyentuh level Rp17.525 per dolar AS. Namun, Alrich menilai kenaikan yield obligasi juga terjadi secara global, termasuk di Amerika Serikat dan Inggris.
Secara teknikal, ia melihat IHSG berpotensi melanjutkan pelemahan untuk menguji area support lebih rendah.
“IHSG berpotensi menguji level 6.700-6.750. Namun, jika mampu bertahan di atas level tersebut, terbuka peluang technical rebound ke area 6.900,” tambahnya.
Sementara itu, Head of Retail Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menilai pergerakan IHSG masih sejalan dengan proyeksi teknikal sebelumnya dan dipengaruhi oleh sejumlah sentimen global.
Rupiah Ditutup di Level Terlemah Rp 17.529, Tertekan Isu Geopolitik dan MSCI
“Investor masih mencermati negosiasi AS-Iran yang belum menemukan titik terang, serta pelemahan nilai tukar rupiah ke kisaran Rp17.500 per dolar AS,” ujarnya.
Untuk perdagangan Rabu (13/5/2026), ia memperkirakan IHSG berpeluang menguat terbatas. “Kami perkirakan IHSG bergerak pada area support 6.815 dan resistance 6.879,” sebutnya.
Dari sisi sentimen, pelaku pasar akan menanti rilis data inflasi Amerika Serikat serta hasil rebalancing indeks MSCI.
Adapun sejumlah saham yang dapat dicermati pada perdagangan Rabu (13/5/2026) antara lain BIRD di rentang Rp1.605-Rp1.680, ISAT di Rp2.370-Rp2.410, serta MINA di Rp414-Rp474.