
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO) mendapat restu dari Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) tahun buku 2025 atas seluruh mata acara rapat.
Dalam RUPST tersebut, manajemen Siloam memaparkan kinerja 2025 yang menjadi dasar penguatan strategi pertumbuhan ke depan, termasuk implementasi diferensiasi arketipe operasional.
Presiden Direktur Siloam David Utama mengatakan, kinerja operasional dan keuangan perseroan menunjukkan hasil yang solid di tengah fase transformasi.
Rupiah Ditutup di Level Terlemah Rp 17.529, Tertekan Isu Geopolitik dan MSCI
“Kami melaporkan kinerja yang kuat, didorong implementasi strategi arketipe yang memungkinkan penyelarasan antara kemampuan klinis, alokasi modal, dan sumber daya operasional di seluruh network,” ujarnya di Siloam Lippo Karawaci, Selasa (12/5/2026).
Sepanjang 2025, Siloam mencatatkan pendapatan sebesar Rp12,8 triliun atau tumbuh 5,2% secara tahunan (YoY). EBITDA mencapai Rp2,8 triliun, naik 18,3% YoY, sementara laba bersih meningkat 22,5% YoY menjadi Rp1,1 triliun.
Manajemen menyebut capaian tersebut diraih di tengah tahun yang bersifat transisional serta tekanan eksternal yang memengaruhi kinerja.
Dari sisi strategi, Siloam menjalankan transformasi melalui inisiatif Next Gen Siloam (NGS), yang bertujuan memperkuat kapabilitas dan mendukung pertumbuhan jangka panjang.
Perseroan juga mengimplementasikan diferensiasi jaringan layanan melalui dua arketipe utama, yakni Network Premium yang berfokus pada penguatan layanan klinis dan teknologi medis, serta Network Value Seeker yang menitikberatkan pada efisiensi operasional dan perluasan akses layanan.
Di sisi ekspansi, Siloam telah memulai operasional Siloam Hospitals Surabaya melalui fasilitas Mochtar Riady Center for Advanced Care (MRCAC). Selain itu, perseroan juga melakukan soft launching perluasan Siloam Hospitals Makassar, termasuk menghadirkan teknologi CT-LINAC terintegrasi untuk mendukung layanan precision oncology.
Minat Investor ke Reksadana Dolar Meningkat, Investor Cari Lindung Nilai Rupiah
Adapun dalam RUPST tersebut, pemegang saham juga memutuskan untuk tidak membagikan dividen dari laba tahun buku 2025. Seluruh laba bersih akan dibukukan sebagai laba ditahan guna mendukung ekspansi usaha.
Dalam agenda yang sama, perseroan juga menetapkan susunan terbaru Direksi dan Dewan Komisaris sebagai berikut:
Dewan Direksi:
Presiden Direktur: David Utama
Direktur: Atiff Ibrahim Gill
Direktur: Benny Haryanto Djie
Direktur: Gabriele Isacco Tironi
Direktur: Phua Meng Kuan
Direktur: Richard Kidarsa
Direktur: Surya Tatang
Dewan Komisaris:
Presiden Komisaris merangkap Komisaris Independen: Yasonna H. Laoly
Komisaris: Andy Nugroho Purwohardono
Komisaris: Sigit Prasetya
Komisaris Independen: James Tobias Hall
Komisaris Independen: Bambang Soesatyo