
Scoot.co.id , JAKARTA — Penyedia indeks global MSCI berencana menghapus sejumlah saham Indonesia yang memiliki konsentrasi kepemilikan tinggi atau High Shareholding Concentration (HSC) dalam tinjauan indeks mendatang.
Kebijakan ini menjadi bagian dari perlakuan sementara MSCI terhadap sekuritas Indonesia di tengah evaluasi reformasi transparansi pasar modal yang tengah berlangsung.
Dalam pengumuman terbarunya, MSCI menegaskan bahwa langkah tersebut sejalan dengan perlakuan terhadap saham-saham di pasar lain dengan karakteristik serupa.
: MSCI Umumkan Nasib Saham RI, Cek Poin-Poin Penting Selengkapnya
“MSCI akan menghapus sekuritas yang diidentifikasi oleh otoritas Indonesia dalam kerangka High Shareholding Concentration (HSC),” tulis MSCI dalam pengumumannya, Selasa (21/4/2026).
Selain penghapusan saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi, MSCI juga membuka peluang untuk menyesuaikan estimasi free float berdasarkan data terbaru keterbukaan pemegang saham.
: : MSCI Bakal Putuskan Nasib Reformasi Pasar Modal RI pada Juni 2026
“MSCI dapat menggunakan data keterbukaan pemegang saham di atas 1% untuk menyesuaikan estimasi free float jika diperlukan.”
Kebijakan ini melengkapi langkah MSCI yang sebelumnya telah membekukan sejumlah penyesuaian terhadap saham Indonesia dalam tinjauan indeks Mei 2026. Di antaranya, MSCI membekukan peningkatan Foreign Inclusion Factors (FIF) dan Number of Shares (NOS), tidak menambahkan saham ke dalam MSCI Investable Market Indexes (IMI), serta tidak melakukan kenaikan klasifikasi ukuran saham, termasuk dari Small Cap ke Standard.
: : MSCI Tahan Rebalancing Saham Indonesia, Evaluasi Free Float Masih Berjalan
MSCI menyatakan bahwa seluruh kebijakan tersebut diambil sembari menunggu hasil evaluasi atas reformasi transparansi yang dilakukan otoritas Indonesia, termasuk peningkatan keterbukaan pemegang saham di atas 1%, peningkatan granularitas data investor, serta peta jalan kenaikan batas minimum free float menjadi 15%.
Di sisi lain, MSCI menegaskan belum akan menggunakan data baru tersebut dalam perhitungan indeks hingga proses peninjauan rampung dan masukan dari pelaku pasar selesai dihimpun.
“MSCI juga menegaskan tidak akan memasukkan data dari sumber dan keterbukaan baru tersebut ke dalam penilaian free float maupun perhitungan indeks hingga proses peninjauan selesai dan masukan dari pelaku pasar telah diterima serta dievaluasi,” tulis MSCI.
Menurut MSCI, pendekatan ini bertujuan menjaga stabilitas pasar sekaligus meminimalkan risiko bagi investor selama masa transisi kebijakan.
“Pendekatan ini bertujuan untuk membatasi perputaran indeks (index turnover) dan risiko investabilitas, sembari memberikan waktu untuk evaluasi lebih lanjut terhadap reformasi yang baru diumumkan.”
Ke depan, MSCI akan terus berkoordinasi dengan pelaku pasar dan otoritas terkait di Indonesia, sebelum menyampaikan keputusan lanjutan dalam Market Accessibility Review yang dijadwalkan pada Juni 2026.
_____
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.