
Netflix menyediakan paket berlangganan dengan iklan di Indonesia mulai 2027. Langkah ini menjadi strategi terbaru perusahaan untuk memperluas jangkauan pelanggan dengan menawarkan harga langganan yang lebih terjangkau.
Indonesia masuk dalam daftar 15 negara baru yang akan mendapatkan layanan paket beriklan tersebut. Selain Indonesia, ekspansi juga dilakukan ke Austria, Belgia, Kolombia, Denmark, Thailand, Irlandia, Belanda, Selandia Baru, Norwegia, Peru, Filipina, Polandia, Swedia, dan Swiss.
“Kami sangat antusias memperluas paket Netflix dengan iklan ke 15 negara baru pada 2027, termasuk Indonesia,” kata President of Advertising Netflix Amy Reinhard melalui situs Netflix, dikutip Kamis (21/5).
Ia mengatakan ekspansi ini akan memberikan lebih banyak pilihan bagi pengguna. Selain itu, Netflix juga melihat pertumbuhan yang sangat besar dari peluang itu.
Baca juga:
- Film Indonesia Kian Digemari di Netflix, 35 Judul Tembus Global Top 10
- Netflix Dorong Kebangkitan Film Non-English, Indonesia Ikut Panen Peluang
- Harga Langganan Netflix, YouTube, Prime Video Naik, Ini Daftarnya
Netflix menyatakan akan mengumumkan informasi lebih lanjut terkaut harga dan pilihan paket dalam beberapa bulan mendatang.
Netflix pertama kali meluncurkan paket dengan iklan pada 2022 di 12 negara dengan tujuan menghadirkan hiburan berkualitas dengan harga lebih terjangkau. Ini sekaligus menawarkan peluang baru bagi pengiklan.
Seiring pertumbuhan bisnis tersebut, Netflix kini memperluas layanan ini ke lebih banyak negara di seluruh dunia. Saat ini, paket Netflix dengan iklan telah menjangkau lebih dari 250 juta pengguna aktif bulanan secara global, dengan lebih dari 80% anggota paket beriklan aktif menonton setiap minggunya.
Paket Netflix dengan iklan juga terus menunjukkan pertumbuhan positif dan kini menyumbang lebih dari 60% total pelanggan baru pada kuartal pertama tahun ini. Netflix saat ini bekerja sama dengan lebih dari empat ribu pengiklan secara global, naik 70% dibanding tahun sebelumnya.
Netflix memproyeksikan bisa meraih pendapatan iklan sekitar US$ 3 miliar atau Rp 53,05 triliun (kurs Rp 17.685 per dolar AS) pada tahun ini. Angka ini dua kali lipat dibandingkan 2025.
Selain itu, Netflix telah memanfaatkan teknologi AI selama bertahun-tahun untuk mendukung proses kreatif dan pengembangan cerita. Ini termasuk untuk menghadirkan pengalaman iklan yang lebih imersif, interaktif, dan efektif di platformnya.
“Kami memiliki teknologi terdepan, deretan hiburan berkualitas mulai dari serial, film, podcast, hingga live event, serta audiens yang sangat aktif dan engaged. Kami telah membuktikan efektivitasnya, dan kini memperluas bisnis iklan ke lebih banyak area. Netflix siap bersaing,” ujar Reinhard.