
Scoot.co.id JAKARTA. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali berada di zona merah pada perdagangan Kamis (21/5), setelah sempat menguat pada perdagangan sebelumnya.
Kemarin, mata uang Garuda di pasar spot ditutup di level Rp 17.654 per dolar AS atau menguat 0,29% secara harian. Pada perdagangan Kamis (21/5), rupiah dibuka menguat tipis menjadi Rp 17.652 per dolar AS. Namun, per pukul 12.34 WIB, rupiah melemah 0,05% menjadi Rp 17.670 per dolar AS.
Pengamat mata uang Ibrahim Assuaibi mengatakan penguatan indeks dolar AS dipicu oleh meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap konflik di Timur Tengah, khususnya yang melibatkan AS, Israel, dan Iran.
“Presiden AS Donald Trump kembali menegaskan perang dengan Iran akan berakhir dengan sangat cepat, meskipun investor tetap waspada terhadap hasil perundingan perdamaian di tengah gangguan berkelanjutan terhadap pasokan Timur Tengah akibat konflik tersebut,” ujar Ibrahim.
Ia menambahkan, pasar global juga mencermati ancaman gangguan pasokan minyak dunia akibat penutupan efektif Selat Hormuz. Kondisi ini dinilai berpotensi mendorong lonjakan harga energi dan meningkatkan tekanan inflasi global.
IHSG Merosot 2,76% ke 6.144 Sesi I, Kamis (21/5), Top Losers LQ45: BRPT, CUAN, MEDC
Menurut Ibrahim, situasi tersebut dapat memperbesar peluang bank sentral AS atau The Fed kembali menaikkan suku bunga acuannya. Prospek kenaikan suku bunga AS itu turut mendorong penguatan dolar AS dan memberikan tekanan terhadap mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.
Dari dalam negeri, sentimen positif yang sempat menopang penguatan rupiah berasal dari pidato Presiden Prabowo Subianto di DPR RI yang menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2027 berada di kisaran 5,8% hingga 6,5%.
Selain itu, Bank Indonesia juga memutuskan menaikkan suku bunga acuan BI Rate sebesar 50 basis poin menjadi 5,25%. Langkah tersebut diambil untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah meningkatnya ketidakpastian global dan tekanan eksternal terhadap pasar keuangan domestik.
Ibrahim memproyeksikan pergerakan rupiah pada perdagangan hari ini masih akan fluktuatif dengan kecenderungan melemah di kisaran Rp 17.650 hingga Rp 17.700 per dolar AS.