
Scoot.co.id – JAKARTA. Saham perbankan kembali tertekan pada awal perdagangan pekan ini, dengan mayoritas emiten bank berkapitalisasi besar (big banks) kompak ditutup di zona merah pada Senin (11/5/2026). Tekanan terjadi di tengah penyesuaian pasar, termasuk faktor teknikal seperti ex date dividen pada salah satu bank besar.
Pada penutupan perdagangan, saham-saham perbankan besar menunjukkan pelemahan serempak. Saham Bank Mandiri tercatat mengalami koreksi paling tajam, yakni turun 7,99% ke level Rp 4.260. Penurunan ini terjadi seiring masuknya saham ke periode ex date dividen, di mana investor tidak lagi berhak atas pembagian dividen pada perdagangan hari ini.
Sementara itu, saham Bank Rakyat Indonesia juga terkoreksi 1,84% menjadi Rp 3.200. Saham Bank Negara Indonesia turut melemah 1,04% ke posisi Rp 3.820.
Adapun saham Bank Central Asia turun tipis 0,40% menjadi Rp 6.150, setelah sempat menyentuh level terendah harian di Rp 6.100.
KoinP2P Siap Kooperatif Hadapi Proses Hukum, OJK Perketat Pengawasan
Saham Himbara Lain Ikut Terkoreksi
Di kelompok Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), Bank Syariah Indonesia juga mencatatkan pelemahan sebesar 3,93% ke level Rp 1.835. Selama sesi perdagangan, saham ini sempat menyentuh harga terendah di Rp 1.830.
Sementara itu, Bank Tabungan Negara turun 0,73% menjadi Rp 1.360, setelah sempat menyentuh level terendah dalam sepekan di Rp 1.330.
Bank Swasta: Ada yang Menguat, Ada yang Terkoreksi
Di sisi lain, beberapa bank swasta masih mampu mencatatkan penguatan di tengah tekanan sektor perbankan secara umum.
Saham Bank Permata menguat 0,58% menjadi Rp 3.440. Kenaikan lebih signifikan dicatatkan oleh Bank Danamon Indonesia yang melonjak 4,21% ke level Rp 4.700.
Pendapatan Recovery Bank Pelat Merah Susut di Awal 2026, Ini Sentimennya
Namun, tidak semua bank swasta bergerak positif. Saham CIMB Niaga melemah 1,78% menjadi Rp 1.660, sedangkan Bank Panin turun 1,90% ke posisi Rp 1.035.
IHSG Ikut Terkoreksi ke Level 6.905
Tekanan di sektor perbankan turut memengaruhi pergerakan pasar secara keseluruhan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang tercatat sebagai Indeks Harga Saham Gabungan ditutup melemah 0,92% ke level 6.905,62.